@wallet (bot) Telegram telah memperluas penawaran mata uang kripto dengan menambahkan USDT, BTC, dan TON ke platformnya. Perkembangan ini diumumkan melalui email yang dibagikan dengan AZCoin News pada hari Rabu. Dengan integrasi ini, pengguna Telegram kini dapat saling mengirim USDT, BTC, TON dalam obrolan di aplikasi perpesanan, sehingga memudahkan mereka untuk membeli dan menjual mata uang kripto.

Mengintegrasikan pembayaran kripto ke dalam aplikasi perpesanan seperti Telegram dapat menjadi perkembangan signifikan dalam adopsi arus utama, karena memungkinkan pengguna mengirim dan menerima mata uang kripto semudah mengirim teks atau foto. Penambahan USDT, BTC, dan TON terbukti menjadi perkembangan penting bagi layanan kripto Telegram, karena layanan ini menawarkan manfaat mata uang kripto kepada pengguna tanpa volatilitas harga yang sering menyertainya.

Perjalanan Telegram di dunia cryptocurrency dimulai dengan pengembangan proyek blockchain Open Network (TON). Namun, proyek tersebut ditinggalkan pada tahun 2020 karena perselisihan hukum dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Meskipun mengalami kemunduran, TON Foundation, yang terdiri dari anggota komunitasnya, terus memajukan proyek ini.

Meskipun Telegram tidak terlibat langsung dalam TON, perusahaan tetap tertarik pada jaringan tersebut. Misalnya, mereka membangun platform lelang berbasis blockchain, Fragment, di atas blockchain TON akhir tahun lalu.

Kesimpulannya, penambahan mata uang kripto ke @wallet (bot) Telegram merupakan perkembangan positif bagi pengguna yang ingin menyimpan uang mereka di ekosistem kripto namun tanpa mengambil risiko menerima perubahan nilai yang tajam. Hal ini juga menandakan minat Telegram yang terus berlanjut terhadap dunia mata uang kripto, meskipun ada tantangan yang dihadapinya di masa lalu.

#Telegram #Walletbot #TON #USDT #azcoinnews

Artikel ini diterbitkan ulang dari azcoinnews.com

Ikuti kami di Telegram @azcoinnews dan Twitter @azcoinnews