Ringkasan singkat: Jerome Powell mengumumkan pemotongan suku bunga ketiga pada tahun 2025, membawa suku bunga ke kisaran 3.50%–3.75%, level terendah dalam lebih dari tiga tahun. Dia menunjukkan bahwa keputusan ini bertujuan untuk menyeimbangkan pengendalian inflasi (saat ini sekitar 3%) dan menjaga pasar tenaga kerja yang solid.

📌 Poin kunci dari pengumuman Jerome Powell

- Pemotongan suku bunga:
Federal Reserve mengurangi suku bunga sebesar 25 basis poin, yang kini berada di kisaran 3.50%–3.75%. Ini adalah pemotongan ketiga berturut-turut setelah keputusan pada bulan September dan Oktober.

- Motivasi pemotongan:
- Inflasi tahunan tetap di 3%, masih di atas target 2%.
- Pasar tenaga kerja menunjukkan gangguan dalam laporan terbaru karena penutupan pemerintahan, yang menghasilkan ketidakpastian.
- Powell menekankan bahwa mandat Fed adalah untuk memastikan lapangan kerja maksimal dan stabilitas harga.

- Konteks historis:
- Suku bunga telah mencapai puncaknya di 5.50% pada bulan Juli 2023, level tertinggi dalam 22 tahun.
- Sejak September 2025, Fed memulai serangkaian pemotongan:
- September 2025: -0.25%
- Oktober 2025: -0.25%
- Desember 2025: -0.25%

- Prospek masa depan:
Powell tidak mengkonfirmasi apakah akan ada pemotongan lebih lanjut pada tahun 2026, membiarkan kemungkinan terbuka tergantung pada perkembangan inflasi dan pekerjaan.
Selain itu, dia menghindari menyatakan apakah dia akan tetap di Fed setelah masa jabatannya berakhir pada Mei 2026, menunjukkan bahwa prioritasnya adalah menyerahkan ekonomi dalam "kondisi yang sangat baik".

🔑 Implikasi untuk pasar
- Kredit lebih murah: Pemotongan membuat pinjaman dan hipotek lebih terjangkau, yang dapat merangsang konsumsi dan investasi.
- Ketidakpastian masa depan: Pasar memperhatikan sinyal tentang apakah Fed akan melanjutkan kebijakan pemotongan ini pada tahun 2026.
- Pergantian kepemimpinan: Succesion Powell menciptakan ekspektasi, karena penggantinya dapat mengadopsi sikap yang lebih agresif dalam pemotongan.