Ada sesuatu yang penting sedang terjadi di pasar obligasi, dan itu tidak baik untuk aset berisiko seperti Bitcoin. Selisih antara imbal hasil obligasi jangka pendek dan jangka panjang AS semakin menyusut. Ini disebut "pelipatan kurva imbal hasil," dan sering kali menandakan perubahan dalam ekonomi. Saat ini, perbedaan antara imbal hasil 10 tahun dan 2 tahun sangat kecil, terendah dalam lebih dari setahun. Ini menunjukkan bahwa para investor sedang menyesuaikan ekspektasi mereka. Ini adalah tanda peringatan bahwa pasar semakin berhati-hati.
Kurva imbal hasil yang meliput biasanya berarti Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Ini dikenal sebagai sikap "hawkish." Suku bunga yang lebih tinggi membuat investasi yang lebih aman seperti obligasi menjadi lebih menarik. Karena itu, para investor mungkin akan memindahkan uang mereka menjauh dari aset seperti Bitcoin, yang tidak membayar bunga. Perpindahan modal ini dapat mendorong harga crypto turun. Itulah sebabnya Bitcoin dan aset berisiko lainnya mungkin akan kesulitan dalam lingkungan ini.
Awal tahun ini, situasinya berbeda. Kurva imbal hasil semakin curam, yang menyiratkan bahwa pemotongan suku bunga akan segera datang. Ekspektasi itu membantu meningkatkan pasar, termasuk crypto. Sekarang, momentum positif itu memudar seiring perubahan ekspektasi. Pasar obligasi sering dianggap sebagai sinyal yang lebih dapat diandalkan daripada opini atau prediksi. Jadi, ketika terjadi perubahan seperti ini, para investor sangat memperhatikannya.
Keputusan terbaru Federal Reserve menambah tekanan ini. Meskipun suku bunga tidak meningkat pada pertemuan terakhir, Fed mengisyaratkan bahwa kenaikan masih bisa terjadi. Proyeksi mereka untuk masa depan menunjukkan suku bunga yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Pada saat yang sama, para pejabat Fed terbelah tentang langkah selanjutnya. Ketidakpastian ini membuat pasar semakin gugup. Akibatnya, para investor menjadi lebih berhati-hati dengan uang mereka.
Sinyal-sinyal ini menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin akan tetap tertekan untuk beberapa waktu. Kombinasi dari ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dan sentimen pasar yang hati-hati tidak ideal untuk crypto. $BTC #FedHawkishDotPlotFlattensYieldCurve
Kurva imbal hasil yang meliput biasanya berarti Federal Reserve mungkin akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Ini dikenal sebagai sikap "hawkish." Suku bunga yang lebih tinggi membuat investasi yang lebih aman seperti obligasi menjadi lebih menarik. Karena itu, para investor mungkin akan memindahkan uang mereka menjauh dari aset seperti Bitcoin, yang tidak membayar bunga. Perpindahan modal ini dapat mendorong harga crypto turun. Itulah sebabnya Bitcoin dan aset berisiko lainnya mungkin akan kesulitan dalam lingkungan ini.
Awal tahun ini, situasinya berbeda. Kurva imbal hasil semakin curam, yang menyiratkan bahwa pemotongan suku bunga akan segera datang. Ekspektasi itu membantu meningkatkan pasar, termasuk crypto. Sekarang, momentum positif itu memudar seiring perubahan ekspektasi. Pasar obligasi sering dianggap sebagai sinyal yang lebih dapat diandalkan daripada opini atau prediksi. Jadi, ketika terjadi perubahan seperti ini, para investor sangat memperhatikannya.
Keputusan terbaru Federal Reserve menambah tekanan ini. Meskipun suku bunga tidak meningkat pada pertemuan terakhir, Fed mengisyaratkan bahwa kenaikan masih bisa terjadi. Proyeksi mereka untuk masa depan menunjukkan suku bunga yang lebih tinggi daripada sebelumnya. Pada saat yang sama, para pejabat Fed terbelah tentang langkah selanjutnya. Ketidakpastian ini membuat pasar semakin gugup. Akibatnya, para investor menjadi lebih berhati-hati dengan uang mereka.
Sinyal-sinyal ini menunjukkan bahwa Bitcoin mungkin akan tetap tertekan untuk beberapa waktu. Kombinasi dari ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dan sentimen pasar yang hati-hati tidak ideal untuk crypto. $BTC #FedHawkishDotPlotFlattensYieldCurve