#binancepiceAndWin Mungkin kamu tak akan percaya—bintang paling bersinar di Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko bukan Messi, bukan Ronaldo, melainkan sebuah negara yang bahkan tidak ikut bertanding: Tiongkok.
Benar, timnas Tiongkok kembali harus duduk di luar Piala Dunia sambil “minum teh dan menonton”, tetapi para penggemar sepak bola di seluruh dunia malah ramai-ramai berseru: “Tolong, Tiongkok yang jadi tuan rumah saja!”
Percakapan di platform media sosial luar negeri sudah benar-benar melenceng. Topik “Minta Tiongkok jadi tuan rumah Piala Dunia” terus meroket ke daftar trending, warganet dari berbagai negara mendesak secara online, sampai-sampai obrolan tentang “Piala Dunia di negara lain” berubah menjadi ajang “penggalangan dana global agar Tiongkok menjadi tuan rumah”.
Ironi yang paling menusuk: timnas Tiongkok tak bisa lolos ke Piala Dunia, tetapi seluruh dunia justru menunjuk Tiongkok untuk menjadi tuan rumah.
Alur cerita seperti ini bahkan tak berani ditulis oleh penulis skenario.
Piala Dunia kali ini punya begitu banyak bahan cibiran,
hingga warganet mulai membuat “perbandingan terbalik”

Seruan global ini bukan pujian tanpa alasan. Piala Dunia AS-Kanada-Meksiko memang punya terlalu banyak “insiden memalukan”.
Rangkuman warganet sangat tepat: “Paling besar sepanjang sejarah, tetapi pengalaman penyelenggaraannya paling buruk.”
Harga tiket sempat melonjak hingga 10.990 dolar AS, lalu lintas macet parah sampai bikin putus asa, dan banyak proyek infrastruktur di Meksiko belum selesai bahkan ketika turnamen sudah dimulai. Yang lebih keterlaluan adalah kekacauan visa—penonton biasa saja dipersulit, bahkan pemain dari negara peserta dan wasit pun ditahan untuk diperiksa.
Pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa, langsung melontarkan kritik pedas: “Semua orang mengeluhkan fasilitas pendukung, penyelenggaraan pertandingan, lapangan latihan, dan pengaturan bandara. Turnamen ini akan menjadi yang terburuk sepanjang sejarah dalam hal pengalaman penyelenggaraan.”
Menonton pertandingan lintas kota terasa seperti pergi berperang, fasilitas di sekitar stadion buruk, layanan untuk memudahkan pengunjung nyaris tidak ada… Berbagai masalah terus bermunculan satu demi satu.