$NVDAB Keadaan pasar saham AS saat ini bukan hanya tidak biasa—ini belum pernah terjadi sebelumnya. Menurut laporan terbaru dari Goldman Sachs, aset yang dikelola dalam ETF berleveraged di AS telah meningkat dua kali lipat dalam waktu hanya dua bulan.
Kami telah mencapai tonggak yang aneh di mana sekarang ada lebih banyak dana berleveraged yang diperdagangkan di pasar dibandingkan dengan jumlah perusahaan nyata di S&P 500. Kegilaan ini tidak berhenti di situ: selama sebulan terakhir, sembilan dari sepuluh dana yang paling banyak diperdagangkan di AS adalah produk berleveraged atau invers. Kendaraan investasi tradisional yang berat seperti ETF S&P 500 ($SPY) dan ETF Nasdaq 100 ($QQQ) bahkan tidak masuk dalam daftar, tertinggal di posisi ke-11 dan ke-15 masing-masing.
Baik trader ritel maupun institusional membanjiri kendaraan investasi ini, tetapi sebagian besar secara mendasar keliru memahami matematika yang mendasarinya.
Pembunuh Senyap: Volatility Decay dan Daily Compounding
Bahaya utama dari produk-produk ini bersifat struktural, tertanam langsung dalam cara produk tersebut direkayasa. Investor sering mengira bahwa jika sebuah indeks bergerak mendatar dalam jangka waktu yang lama, mereka akan sekadar impas. Dengan ETF berleverage, asumsi itu tidak mungkin secara matematis.
Karena reksa dana ini melakukan rebalancing setiap hari untuk mempertahankan leverage targetnya, fenomena yang dikenal sebagai volatility decay (atau daily compounding) menggerogoti nilai aset bersih reksa dana tersebut. Dalam pasar yang berombak dan cenderung mendatar, ETF akan terus menguras nilainya sampai tidak tersisa.
Kita tidak perlu melihat model teoretis untuk melihat ini bekerja; bukti di dunia nyata sangat menghancurkan:
$MSTX (2x Long MicroStrategy ETF): Dirancang untuk memberikan dua kali imbal hasil harian dari perusahaan holding yang sarat Bitcoin, reksa dana ini berhasil menguapkan 99% nilainya hanya dalam 19 bulan.
$SQQQ (3x Short Nasdaq 100) & $TZA (3x Short Small Cap): Dua reksa dana ini telah menghancurkan lebih dari 99,9% nilai seumur hidupnya. Mereka hanya terus ada karena manajer dana berulang kali menjalankan "reverse stock split" untuk secara artifisial menaikkan harga saham kembali dari nol.
