Pavel Durov, CEO Telegram, ditangkap di Prancis karena platformnya dikaitkan dengan berbagai kegiatan kriminal. Tuduhan tersebut termasuk memfasilitasi distribusi pornografi anak, perdagangan narkoba, kejahatan terorganisasi, dan penipuan. Tuduhan ini bermula dari klaim bahwa kurangnya moderasi Telegram memungkinkan kegiatan ilegal berkembang di platform tersebut. Kritikus berpendapat bahwa struktur Telegram, yang mengutamakan privasi dan enkripsi, menjadikannya pusat kegiatan ini, meskipun Telegram telah membantah bertanggung jawab
5555906867#PavelDurvo#newupdate