Buku Perintah dapat dikelompokkan menjadi blok berdasarkan aset. Agar bisa beroperasi dengan benar, kamu harus belajar mengklasifikasikan bacaanmu dalam tiga level zoom:
1. Tampilan Mikro (Detail Maksimum)
Ini yang muncul secara default, menampilkan semua desimal yang tersedia.
Yang ditampilkan: Kecepatan arus perintah per milidetik.
Yang kita cari di sini: Mengalami serangan kecemasan, sebaiknya jangan lihat ini 😅
2. Tampilan Media (Ringkasan Operasional)
Di sini, kita mengelompokkan desimal untuk tampilan yang lebih rapi.
Yang ditampilkan: Bacaan ringkas dari pergerakan.
Yang kita cari di sini: Celah likuiditas.
3. Tampilan Makro (Level Institusional)
Kita mengelompokkan buku dalam angka-angka bulat. Ini adalah rontgen pasar yang paling bersih.
Yang ditampilkan: Perintah dalam jumlah besar yang terkonsentrasi pada level-level besar
Yang kita cari di sini: Support dan resistance level institusional.
Buku Perintah juga menjadi favorit para algoritma untuk memancing kesalahan. Ini tiga taktik yang mereka gunakan untuk membuatmu rugi:
1. Perintah Iceberg: Seperti gunung es, hanya menampilkan ujungnya 😮. Algoritma membagi satu perintah institusional raksasa menjadi bagian-bagian kecil. Di buku, kamu hanya melihat satu perintah yang tampak tidak berbahaya, tetapi saat pasar mengonsumsinya, perintah itu terisi otomatis berulang kali, memunculkan candle yang tidak terduga dan masif.
2. Spoofing (Perintah Hantu): Mereka memasang tembok raksasa dengan satu tujuan—membuatmu takut. Kamu melihat tembok itu, panik, dan menjual. Tepat sebelum harga menyentuh tembok tersebut, perintah dibatalkan secara “ajaib”. Tidak ada niat untuk membeli; yang mereka inginkan hanya likuiditasmu.
3. Flipping: Mereka memasukkan perintah pembelian dalam jumlah besar yang mendorong harga. Kamu terbawa suasana dan membeli di atas dengan anggapan harga akan naik lagi, namun dalam sekejap, likuiditas yang sama itu dibalik dan berubah menjadi perintah penjualan masif, mengembalikan harga ke posisi tempatnya semula.
$SPX
$HOME
$BERA
#KiuTradesAcademy #KiuTradesCommunity #LegionKiuTrades
1. Tampilan Mikro (Detail Maksimum)
Ini yang muncul secara default, menampilkan semua desimal yang tersedia.
Yang ditampilkan: Kecepatan arus perintah per milidetik.
Yang kita cari di sini: Mengalami serangan kecemasan, sebaiknya jangan lihat ini 😅
2. Tampilan Media (Ringkasan Operasional)
Di sini, kita mengelompokkan desimal untuk tampilan yang lebih rapi.
Yang ditampilkan: Bacaan ringkas dari pergerakan.
Yang kita cari di sini: Celah likuiditas.
3. Tampilan Makro (Level Institusional)
Kita mengelompokkan buku dalam angka-angka bulat. Ini adalah rontgen pasar yang paling bersih.
Yang ditampilkan: Perintah dalam jumlah besar yang terkonsentrasi pada level-level besar
Yang kita cari di sini: Support dan resistance level institusional.
Buku Perintah juga menjadi favorit para algoritma untuk memancing kesalahan. Ini tiga taktik yang mereka gunakan untuk membuatmu rugi:
1. Perintah Iceberg: Seperti gunung es, hanya menampilkan ujungnya 😮. Algoritma membagi satu perintah institusional raksasa menjadi bagian-bagian kecil. Di buku, kamu hanya melihat satu perintah yang tampak tidak berbahaya, tetapi saat pasar mengonsumsinya, perintah itu terisi otomatis berulang kali, memunculkan candle yang tidak terduga dan masif.
2. Spoofing (Perintah Hantu): Mereka memasang tembok raksasa dengan satu tujuan—membuatmu takut. Kamu melihat tembok itu, panik, dan menjual. Tepat sebelum harga menyentuh tembok tersebut, perintah dibatalkan secara “ajaib”. Tidak ada niat untuk membeli; yang mereka inginkan hanya likuiditasmu.
3. Flipping: Mereka memasukkan perintah pembelian dalam jumlah besar yang mendorong harga. Kamu terbawa suasana dan membeli di atas dengan anggapan harga akan naik lagi, namun dalam sekejap, likuiditas yang sama itu dibalik dan berubah menjadi perintah penjualan masif, mengembalikan harga ke posisi tempatnya semula.
$SPX
$HOME
$BERA
#KiuTradesAcademy #KiuTradesCommunity #LegionKiuTrades