1. Negara Biaya Rendah (Paling Menguntungkan)

Negara-negara ini menawarkan listrik ter murah karena energi terbarukan yang melimpah (Hidro, Geotermal) atau bahan bakar fosil yang disubsidi secara besar-besaran.

1. Ethiopia: Sekitar $40,000 – $44,000 per BTC

2. Bhutan: Sekitar $42,000 – $46,000 per BTC

3. Islandia: Sekitar $45,000 – $50,000 per BTC (Keuntungan: Iklim yang dingin secara alami mengurangi biaya pendinginan)

4. Kuwait & Aljazair: Sekitar $45,000 – $55,000 per BTC

5. Paraguay: Sekitar $48,000 – $54,000 per BTC

2. Negara Biaya Sedang (Pusat Penambangan Utama)

Sebagian besar penambangan Bitcoin dunia terjadi di negara-negara ini melalui operasi skala industri besar dengan perjanjian daya massal.

6. Rusia (Wilayah Siberia): Sekitar $55,000 – $65,000 per BTC

7. Kazakhstan: Sekitar $58,000 – $68,000 per BTC

8. China: Sekitar $60,000 – $75,000 per BTC (Meski ada larangan resmi, penambangan bawah tanah masih terjadi menggunakan tenaga hidro murah)

9. UEA (Uni Emirat Arab): Sekitar $65,000 – $75,000 per BTC

10. AS (Texas, Washington, dll.): Sekitar $65,000 – $85,000 per BTC (Saat ini pusat penambangan #1 di dunia)

3. Negara Biaya Tinggi (Tidak Menguntungkan)

Penambangan di wilayah ini menggunakan jaringan listrik komersial atau residensial standar sangat tidak menguntungkan karena biaya produksi melebihi nilai pasar Bitcoin.

11. Bangladesh & India: Sekitar $90,000 – $110,000 per BTC (Tarif listrik tinggi dan pembatasan/pajak hukum)

12. Inggris Raya (UK): Sekitar $110,000 – $130,000 per BTC

13. Jerman & Italia: Sekitar $130,000 – $160,000+ per BTC (Tarif listrik tertinggi di Eropa)

Catatan: Angka-angka ini adalah estimasi mengikuti Halving Bitcoin 2024. Biaya aktual bervariasi secara dinamis tergantung pada efisiensi perangkat keras penambangan (penambang ASIC) dan tarif listrik waktu nyata.

1/ 30k😅

2/ 38k 😆

4/ 40-48❌

5/ 56-58🚸

BTC 👑
Mereka yang bilang Bitcoin akan mencapai $30,000 hanya memaksa semua orang untuk panik jual di pasar

Mereka mengubah ketakutanmu menjadi keuntungan mereka.