#BinancePickAndWin
Pertandingan Piala Dunia itu benar-benar drama murni dari peluit pertama hingga peluit terakhir. Stadion terasa bergetar, 80.000 penggemar mengibarkan bendera, meneriakkan yel-yel, dan menahan napas di setiap serangan. Kedua tim datang dengan segalanya dipertaruhkan—satu kesalahan saja, dan empat tahun kerja bisa lenyap.

Babak pertama berlangsung tegang, duel di lini tengah, pertahanan yang rapat, dan kedua penjaga gawang dipaksa melakukan penyelamatan-penyelamatan tajam. Lalu babak kedua meledak. Serangan balik cepat di menit ke-63 memecahkan kebuntuan; sang penyerang menceploskan bola dan membuat satu sisi stadion hancur luluh oleh kekacauan. Namun tim lainnya tidak runtuh. Mereka naik lebih tinggi, mengambil risiko, dan menyamakan kedudukan 12 menit kemudian lewat tendangan bebas yang ditempatkan sempurna—melengkung masuk tepat ke sudut atas.

Perpanjangan waktu membawa kelelahan, kram, dan peluang yang lebih banyak lagi. Pada akhirnya semuanya ditentukan oleh adu penalti. Setiap tendangan terasa seperti satu masa hidup. Penjaga gawang yang menang menebak dengan tepat pada tendangan terakhir, melompat rendah ke kiri, dan penonton pun meledak. Patah hati bagi satu tim, sejarah bagi tim lainnya. Itulah Piala Dunia—kejam, indah, dan tak terlupakan.