Minggu ini, pergerakan harga minyak mentah terasa aneh banget, kayaknya ini bener-bener ada yang aneh.
Ini mirip banget sama kejadian pas film "Saving Private Ryan" — kayak misi penyelamatan pilot yang terjun payung. Walaupun sampai sekarang, pilot yang diselamatkan itu belum muncul, jadi rumor beredar kalau AS sebenernya mau nyari uranium yang diperkaya dan ketahuan, makanya drama ini terjadi.
Kali ini, pilotnya ditembak jatuh tapi diselamatkan, tapi nggak ada detail yang meyakinkan, jadi susah buat menilai apakah ini drama dari AS atau Iran yang proaktif.
Tapi kata-kata kayak "invasi Iran" dan "AS membela diri" bikin kita bingung, seolah-olah semua ini salah Iran, sementara AS terlihat sangat dirugikan. Kita nggak usah bahas siapa yang mulai duluan, tapi bener-bener aneh kan kalau AS merasa terancam di depan rumah Iran? Yang nggak tahu malah bisa berpikir Iran udah mendarat di benua Amerika.
Jadi narasi ini mungkin dibuat untuk menjelaskan kenapa tingkat konflik militer naik lagi, cari legitimasi di dalam aliansi, dan ambil posisi moral untuk tindakan di masa depan.
Tapi sekarang, harga minyak bener-bener ada di titik rendah, walaupun setelah perang dimulai, premi risiko yang tertekan mulai naik lagi, tapi masih sulit untuk menjelaskan kenapa harga minyak tetap di bawah 90.
Jadi ada dua kemungkinan:
1. Investor besar berpikir kalau konflik ini cuma sementara, bener-bener Iran yang nyolot, dan Trump nggak siap buat ngelanjutin eskalasi.
2. Ini cuma ketidakcocokan sementara di pasar, yang disebabkan oleh penurunan pasar saham AS yang bikin investor panik, sehingga uang keluar lebih banyak daripada premi risiko perang, dan begitu pasar saham stabil, harga minyak juga bakal rebound besar-besaran.
Ini mirip banget sama kejadian pas film "Saving Private Ryan" — kayak misi penyelamatan pilot yang terjun payung. Walaupun sampai sekarang, pilot yang diselamatkan itu belum muncul, jadi rumor beredar kalau AS sebenernya mau nyari uranium yang diperkaya dan ketahuan, makanya drama ini terjadi.
Kali ini, pilotnya ditembak jatuh tapi diselamatkan, tapi nggak ada detail yang meyakinkan, jadi susah buat menilai apakah ini drama dari AS atau Iran yang proaktif.
Tapi kata-kata kayak "invasi Iran" dan "AS membela diri" bikin kita bingung, seolah-olah semua ini salah Iran, sementara AS terlihat sangat dirugikan. Kita nggak usah bahas siapa yang mulai duluan, tapi bener-bener aneh kan kalau AS merasa terancam di depan rumah Iran? Yang nggak tahu malah bisa berpikir Iran udah mendarat di benua Amerika.
Jadi narasi ini mungkin dibuat untuk menjelaskan kenapa tingkat konflik militer naik lagi, cari legitimasi di dalam aliansi, dan ambil posisi moral untuk tindakan di masa depan.
Tapi sekarang, harga minyak bener-bener ada di titik rendah, walaupun setelah perang dimulai, premi risiko yang tertekan mulai naik lagi, tapi masih sulit untuk menjelaskan kenapa harga minyak tetap di bawah 90.
Jadi ada dua kemungkinan:
1. Investor besar berpikir kalau konflik ini cuma sementara, bener-bener Iran yang nyolot, dan Trump nggak siap buat ngelanjutin eskalasi.
2. Ini cuma ketidakcocokan sementara di pasar, yang disebabkan oleh penurunan pasar saham AS yang bikin investor panik, sehingga uang keluar lebih banyak daripada premi risiko perang, dan begitu pasar saham stabil, harga minyak juga bakal rebound besar-besaran.