Tidak pasang stop loss, sama saja dengan mempertaruhkan nyawa dalam taruhan pasar.

Saya punya teman, dia trading dengan gesit, rajin memantau chart, tapi dia tidak pasang stop loss. Dia bilang: “Saya pantau terus, kalau tidak bisa ya tinggal cabut.” Saya tanya dia: “Kamu bisa tidak ke toilet, tidak tidur?” Dia cuma tersenyum, tidak menganggap serius.

Tidak lama kemudian, tengah malam dia terbangun, sekilas melihat ponselnya, langsung tertegun—posisi long yang dibuka sebelum tidur, langsung ditembus oleh sebuah candle panjang, akun meledak. Dia melihat bayangan bawah itu, bingung sekali: “Arahnya benar kok, kan dia naik lagi, kenapa saya tidak bisa tahan?”

Pasar tidak akan menunggu kamu. Kamu bisa memantau layar seharian, tapi pasti ada saatnya kamu teralihkan. Dan candle itu, sering kali muncul di saat kamu lengah selama beberapa menit.

Tidak pasang stop loss, seperti bilang ke pasar: “Saya percaya kamu akan bersikap baik padaku.” Tapi pasar kontrak tidak mengenal perasaan. Kamu bertaruh pada keberuntungan, dan keberuntungan belum tentu selalu berpihak padamu.

Pasang stop loss bukan karena takut rugi, tapi karena mengakui bahwa kita bukan Tuhan. Sebuah kerugian kecil, ya hanya sepele; tetapi sekali meledak, bisa berbahaya.

Sebelum tidur, pasang stop loss dengan baik, adalah bentuk tanggung jawab paling dasar terhadap diri sendiri. Kamu tidak pernah tahu kapan pasar akan berbalik.