9 Juni 2026

Pandangan tetap sama: BTC spot masih menunggu, kontrak jual saat harga tinggi, mulai DCA di bawah 55 ribu

(1) Harga minyak naik, ekspektasi penurunan suku bunga tertekan

Akibat konflik di Irak, Selat Hormuz belum bisa kembali normal, ekspektasi pasar mengenai waktu pemulihan terus mundur.

Gangguan pelayaran akan meningkatkan biaya energi, jika harga minyak bertahan tinggi dalam jangka panjang, inflasi akan sulit turun dengan cepat.

Logikanya sederhana:

Harga minyak tinggi → Inflasi sulit turun → Peluang penurunan suku bunga berkurang → Aset berisiko tertekan.

Tanpa ekspektasi penurunan suku bunga, pasar akan sulit keluar dari tren besar yang berkelanjutan.

(2) Risiko kenaikan suku bunga Bank of Japan

Menurut laporan Nikkei, Bank of Japan mungkin akan menaikkan suku bunga menjadi 1% dalam pertemuan bulan Juni.

Ini perlu diperhatikan dengan seksama.

Agustus lalu, kenaikan suku bunga Jepang menyebabkan volatilitas besar pada aset berisiko global. Jika yen terus menguat kali ini, bisa kembali menimbulkan tekanan untuk penutupan trading arbitrase, BTC, Nasdaq, dan aset berisiko lainnya akan tertekan dalam jangka pendek.

(3) Strategi Trading

Selanjutnya, fokus pada tiga sinyal:

Hasil pertemuan Bank of Japan pada 16 Juni, perkembangan Selat Hormuz, apakah aliran dana ETF BTC berbalik positif.

Kesempatan itu ditunggu, bukan ditebak!