$BTC
$ETH
$BNB
Ketika harga hampir semua koin turun secara bersamaan, itu dikenal sebagai crash pasar atau tren bearish. Di dunia crypto, ini biasanya terjadi karena beberapa alasan yang saling terkait:

Efek Domino Bitcoin: Bitcoin (BTC) adalah pemimpin pasar crypto. Karena sebagian besar pasangan trading dan likuiditas pasar terikat padanya, ketika harga Bitcoin turun, itu memicu reaksi berantai yang menarik sisa pasar (Alcoin) turun bersamanya.

Sentimen Pasar & Penjualan Panik (FUD): Crypto sangat dipengaruhi oleh emosi manusia. Jika ada berita negatif—seperti pemerintah mengumumkan regulasi ketat, kenaikan pajak, atau bursa besar menghadapi masalah—itu menciptakan FUD (Ketakutan, Ketidakpastian, dan Keraguan). Investor panik dan menjual koin mereka sekaligus untuk meminimalkan kerugian, yang menyebabkan harga jatuh.

Faktor Ekonomi Global: Crypto tidak ada dalam kekosongan. Ketika ekonomi global berjuang—seperti inflasi yang meningkat atau bank sentral menaikkan suku bunga—investor cenderung menarik uang mereka dari aset berisiko tinggi seperti crypto dan memindahkannya ke investasi tradisional yang lebih aman.

Paus Mengambil Untung: "Paus" adalah investor institusi atau individu yang memegang jumlah crypto yang sangat besar. Ketika pasar mencapai puncaknya, para paus ini menjual sebagian besar kepemilikan mereka untuk mengunci keuntungan, menyebabkan kelebihan pasokan yang langsung dan penurunan harga yang tajam.

Cahaya Perak: Cryptocurrency sangat volatil. Secepat pasar jatuh karena kepanikan, ia dapat pulih dengan cepat begitu sentimen positif kembali. Naik turunnya harga ini adalah bagian alami dari siklus pasar.