Banyak orang yang bisa menang tetapi tidak bisa kalah, membuka posisi sendiri dan terkena margin call tidak bisa disalahkan, tetapi ketika kehilangan uang karena orang lain, ada saluran emosi untuk diluapkan. Saat benar, merasa posisi yang dibuka terlalu sedikit, saat salah, merasa posisi yang dibuka terlalu banyak. Jika sudah close posisi dan harga terus naik, merasa tidak bisa pegang, jika tidak close posisi dan harga retrace, merasa tidak ambil profit. Seolah-olah mereka bisa selalu short di puncak dan long di dasar, saat benar bisa dapat profit besar, saat salah rugi seperti habis-habis. Dengan level seperti itu, masih perlu ikut trading orang lain?
Netizen, apa kamu tidak paham? Bukankah mereka semua adalah rintangan di jalan beli murah, teman baik di jalan beli mahal, pisau untuk cut loss di tengah pergerakan sideways, dan bahan bakar saat market mulai bergerak? Jika tidak beruntung ikut trading di puncak dan rugi banyak, mengeluh dua kalimat itu sangat wajar, tetapi jika karena itu kemudian menjatuhkan nama orang lain, mengatakan orang lain melakukan hedging untuk mendapatkan komisi, itu sudah keterlaluan.
Melihat harga naik jadi 200 ribu dan turun jadi 20 ribu, apakah ada yang layak memberi arahan dengan jumlah trading di atas satu miliar dan profit lebih dari 400%? Dari 10 orang, 9 setengahnya adalah jagoan setelah kejadian.
#Btc星辰 @btc7873