Saat kuliah, aku tinggal menyewa kamar di luar kampus. Kakak tingkat pacarku ingin main mahjong, lalu mencari dua orang lain dari jurusannya untuk bermain di rumahku sampai larut malam. Kakak tingkat itu terus kalah. Di tengah malam, karena semakin tidak terkendali, ia sampai panik dan menendang/menjatuhkan meja. Dua teman sekelasnya yang ikut bermain pun tidak bisa pulang ke kamar asrama mereka. Sejak saat itu, kami sama sekali tidak pernah lagi bermain mahjong dengannya. Kualitas permainan adalah cerminan kepribadian. Kemudian, pacarku yang sudah dari kecil berselingkuh. Kakak tingkatnya itu mendampinginya sepanjang waktu saat menerima pihak ketiga tersebut, sampai kami berpisah. Saat itu kami sudah bersama delapan tahun.