$ADA

Krisis terbaru Cardano (ADA) memiliki banyak faktor yang saling bertemu:

**Runtuhnya proyek-proyek ekosistem**

Pendirinya, Charles Hoskinson, memperingatkan tentang adanya "gelombang kebangkrutan" di ekosistem setelah runtuhnya platform analytics TapTools dan marketplace NFT JPG.Store.
Penutupan TapTools berdampak khusus: platform tersebut menyebut adanya keluarnya eksekutif dan meningkatnya biaya operasional.
Bagi banyak investor, hal ini menimbulkan keraguan tentang kekokohan ekosistem Cardano secara keseluruhan.

**Pergeseran dari pendiri**

Hoskinson mengumumkan di X pada 3 Juni 2026: "Saya mengambil jeda. TTYL." Ia juga menjelaskan bahwa ia tidak lagi mengendalikan kunci tata kelola, perbendaharaan, atau pembaruan protokol—yang memperlihatkan ketegangan internal dalam proyek.

**Kegagalan tata kelola**

Cardano Foundation membatalkan Cardano Summit 2026 di Singapura setelah sebuah proposal pendanaan sebesar 7,8 juta ADA (~US$ 2 juta) tidak mencapai kuorum yang diperlukan yaitu dua pertiga (66,67%) dari DReps—proposal tersebut hanya memperoleh persetujuan 65,21%.

**Dampak pada harga**

ADA turun sekitar 30% dalam satu minggu dan lebih dari 75% dalam setahun terakhir, mencapai level terendah sejak Desember 2020—sekitar US$ 0,16.
Ini menciptakan siklus negatif: kondisi pasar yang buruk merugikan proyek-proyek Cardano, penutupan proyek memperburuk sentimen, dan sentimen yang lemah menarik harga ke bawah.

Singkatnya, ini adalah kombinasi krisis ekosistem, kepemimpinan, dan tata kelola yang terjadi secara bersamaan pada saat pasar yang sudah tidak menguntungkan.

$XRP
$BNB