Ada pelajaran yang pernah pasar berikan kepada saya—dengan uang sungguhan.
Dulu, saya pernah berpikir CRV tidak akan pernah turun di bawah $2.
Saat itu, Curve adalah salah satu protokol DeFi terbesar di pasar. Pendapatan bagus, ekosistem kuat, semua orang merasa ini adalah zona harga yang terlalu murah.
Namun kemudian pasar membuktikan bahwa saya salah.
Ketika terjadi kejatuhan, semuanya turun lebih cepat daripada yang saya bayangkan.
2$ bukanlah titik terendah.
1$ bukanlah titik terendah.
0.5$ juga bukan titik terendah.
Pada akhirnya, harga turun lebih dari 10 kali dari level-level yang dulu saya anggap "tidak mungkin lebih rendah".
Kesalahan terbesar saya kala itu bukanlah saat membeli CRV.
Kesalahannya adalah mengira saya tahu di mana titik terendah berada.
Saya terus menambah modal untuk Long 2x.
Harga turun.
Saya Long lagi.
Harga kembali turun.
Dan hanya dalam waktu singkat, lebih dari 20 juta rupiah lenyap dari akun saya.
Itu adalah masa pandemi, pasar panik, dan saya menyadari sebuah kenyataan yang sangat sederhana:
Pasar tidak peduli berapa pun yang menurut Anda adalah harga yang wajar.
Ia bisa bergerak jauh—jauh sekali—ke kedua arah.
Sejak saat itu, saya sepenuhnya mengubah cara pandang.
Jika ingin meraih keuntungan 10x atau 20x, pertama-tama Anda harus menerima kemungkinan bahwa aset bisa turun 80%, 90%, bahkan 95%.
Tidak ada yang mendapatkan imbalan dari volatilitas besar tanpa harus merasakan sakitnya volatilitas besar.
Tapi itu tidak berarti harus all-in atau memakai leverage untuk melawan pasar.
Selalu sediakan ruang untuk mundur.
Selalu siap menghadapi skenario terburuk, bahkan saat Anda yakin itu tidak akan terjadi.
Dan yang paling penting:
Berinvestasilah dengan uang yang, jika hilang, hidup Anda tetap baik-baik saja.
Karena di pasar ini, semua level harga bisa saja tersentuh.
Dulu, saya pernah berpikir CRV tidak akan pernah turun di bawah $2.
Saat itu, Curve adalah salah satu protokol DeFi terbesar di pasar. Pendapatan bagus, ekosistem kuat, semua orang merasa ini adalah zona harga yang terlalu murah.
Namun kemudian pasar membuktikan bahwa saya salah.
Ketika terjadi kejatuhan, semuanya turun lebih cepat daripada yang saya bayangkan.
2$ bukanlah titik terendah.
1$ bukanlah titik terendah.
0.5$ juga bukan titik terendah.
Pada akhirnya, harga turun lebih dari 10 kali dari level-level yang dulu saya anggap "tidak mungkin lebih rendah".
Kesalahan terbesar saya kala itu bukanlah saat membeli CRV.
Kesalahannya adalah mengira saya tahu di mana titik terendah berada.
Saya terus menambah modal untuk Long 2x.
Harga turun.
Saya Long lagi.
Harga kembali turun.
Dan hanya dalam waktu singkat, lebih dari 20 juta rupiah lenyap dari akun saya.
Itu adalah masa pandemi, pasar panik, dan saya menyadari sebuah kenyataan yang sangat sederhana:
Pasar tidak peduli berapa pun yang menurut Anda adalah harga yang wajar.
Ia bisa bergerak jauh—jauh sekali—ke kedua arah.
Sejak saat itu, saya sepenuhnya mengubah cara pandang.
Jika ingin meraih keuntungan 10x atau 20x, pertama-tama Anda harus menerima kemungkinan bahwa aset bisa turun 80%, 90%, bahkan 95%.
Tidak ada yang mendapatkan imbalan dari volatilitas besar tanpa harus merasakan sakitnya volatilitas besar.
Tapi itu tidak berarti harus all-in atau memakai leverage untuk melawan pasar.
Selalu sediakan ruang untuk mundur.
Selalu siap menghadapi skenario terburuk, bahkan saat Anda yakin itu tidak akan terjadi.
Dan yang paling penting:
Berinvestasilah dengan uang yang, jika hilang, hidup Anda tetap baik-baik saja.
Karena di pasar ini, semua level harga bisa saja tersentuh.