«Kepribadian dan Penuaan Epigenetik: Studi Multi-Kohort dan Multi-Jam» («Personality and Epigenetic Aging: A Multi-Cohort and Multi-Clock Study»).
Penulis penelitian:
Yannick Stephan
Angelina R. Sutin
Martina Luchetti
Antonio Terracciano
Penelitian ini dipublikasikan di jurnal ilmiah Psychoneuroendocrinology pada tahun 2025.
Penelitian ini dilakukan berdasarkan data dari tiga proyek jangka panjang besar:
Studi Kesehatan dan Pensiun (Health and Retirement Study)
MIDUS (AS)
Studi Longitudinal Rumah Tangga Inggris (UK Household Longitudinal Study)
Bayangkan dua orang dengan usia yang sama memulai hidup dari garis start yang sama. Keduanya berusia 40 tahun, tetapi setelah beberapa dekade, tubuh mereka bisa berada dalam kondisi yang sangat berbeda. Kenapa bisa begitu? Para ilmuwan biasanya mencari jawaban dalam nutrisi, aktivitas fisik, atau genetika. Namun, pada tahun 2025, para peneliti memutuskan untuk melihat pertanyaan ini dari sudut pandang lain — bagaimana jika kecepatan penuaan terkait dengan fitur kepribadian?
Mereka menganalisis data lebih dari 6000 orang dari berbagai usia dan membandingkan karakteristik kepribadian dengan indikator penuaan epigenetik — salah satu cara modern untuk menilai seberapa cepat tubuh menua secara biologis.
Hasilnya ternyata sangat sederhana. Di antara semua karakteristik kepribadian, yang paling erat kaitannya dengan penuaan biologis yang lebih lambat adalah kesadaran. Orang-orang yang cenderung terorganisir, bertanggung jawab, disiplin, dan konsisten, rata-rata menua lebih lambat.
Ini tidak berarti bahwa buku harian yang rapi atau daftar tugas dapat menghentikan waktu. Penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab akibat. Namun, kesadaran sering kali beriringan dengan kebiasaan yang benar-benar membantu menjaga kesehatan: tidur yang teratur, mengikuti rekomendasi dokter, kecenderungan yang lebih rendah terhadap kebiasaan buruk, dan sikap yang lebih sadar terhadap masa depan kita.
Menariknya, karakteristik kepribadian lain tidak menunjukkan hubungan yang sedemikian kuat. Jadi, rahasia penuaan yang lebih lambat mungkin tidak hanya terletak pada apa yang kita makan atau seberapa banyak kita berolahraga, tetapi juga pada bagaimana kita menghadapi keputusan sehari-hari kita.
Tentu saja, karakter bukanlah eliksir ajaib untuk awet muda. Namun, penelitian ini mengingatkan kita akan pemikiran penting: pilihan kecil sehari-hari kita yang seiring waktu membentuk gaya hidup, dapat mempengaruhi tubuh jauh lebih kuat daripada yang terlihat di permukaan.
