Bro, hari ini kita gak bahas profit, tapi tentang pengalaman jatuh bangun aku. Bulan lalu aku mikir buat alat kecil buat monitor perubahan volume pemanggilan data populer di OpenLedger. Hasilnya, aku ngoprek selama dua minggu, jatuh bangun tiga kali, dan akhirnya bisa jalan. Hari ini mau cerita tentang proses yang memalukan tapi cukup berharga ini.
Jadi gini, sebelumnya aku selalu manual buka browser untuk cek rekaman pemanggilan di blockchain. Setelah lama-lama jadi malas, kepikiran, bisa gak ya bikin skrip pakai #OpenLedger API publik supaya bisa auto ambil data dan kirim ke HP aku. Meskipun aku ngerti sedikit command line, tapi jauh dari bisa coding. Akhirnya nekat aja.
Kali pertama mengalami masalah. Saya bahkan belum selesai membaca dokumentasi API, langsung copy kode contoh dan mulai. Ternyata error, bilang saya tidak punya izin yang cukup. Saya cek berhari-hari, baru tahu kalau beberapa endpoint perlu mengikat tanda tangan wallet untuk bisa dipanggil, tidak bisa sembarangan. Saat itu saya bahkan belum paham proses tanda tangan, jadi terjebak dua hari.
Kali kedua mengalami masalah. Saya sudah beresin tanda tangan, datanya juga bisa ditarik, tapi logika yang saya buat ada masalah. Setiap kali ambil data, langsung ngirim push ke ponsel saya. Suatu hari, salah satu dataset dipanggil ratusan kali. Ponsel saya dibombardir pesan selama setengah jam, langsung mati kehabisan baterai. Istri saya sampai khawatir ada yang terjadi. Akhirnya saya tambahkan threshold, jadi push hanya kalau jumlah panggilan melebihi batas tertentu. Masalah ini akhirnya terpecahkan.
Kali ketiga mengalami masalah. Saya kira alat kecil ini sudah stabil, eh ternyata setelah tiga hari, data yang ditarik tidak sesuai dengan yang ada di blockchain. Ada keterlambatan sekitar sepuluh menit. Saya sudah cek berhari-hari, akhirnya baru sadar kalau node RPC yang saya pakai terlalu lambat. Setelah ganti ke yang lebih cepat, keterlambatan bisa ditekan menjadi dua hingga tiga menit. Meskipun tidak real-time, tapi sudah cukup.
Sekarang alat kecil ini akhirnya berjalan. Setiap pagi otomatis mengirimkan dataset dengan jumlah panggilan terbanyak kemarin kepada saya. Saya gunakan itu untuk menentukan jenis data yang akan saya olah hari ini. Efisiensinya jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang manual. Meskipun sudah hampir dua minggu dan mengalami masalah tiga kali, tapi saat akhirnya berhasil, rasanya lebih memuaskan daripada langsung dapat beberapa ratus $OPEN.
Ini bikin saya lebih menghargai tingkat keterbukaan teknologi OpenLedger. Dia tidak seperti proyek lain yang menutup rapat-rapat, takut orang lain menyentuh. Mereka menyediakan API, dokumen, dan testnet dengan baik. Mau bereksperimen bagaimana pun, bisa. Bahkan kalau seperti saya yang setengah paham, tetap bisa bikin sesuatu yang berguna.
Saya juga sudah coba menghubungkan Octoclaw smart proxy dengan alat kecil ini, supaya proxy bisa otomatis membantu saya memilih beberapa jenis data yang saya kuasai setelah membaca hot list setiap pagi, lalu membuatkan daftar tugas. Meskipun koneksi ini belum sepenuhnya stabil, kadang terputus, tapi saya rasa arah yang saya ambil sudah benar.
Kalau ngomongin tentang batasan teknis, sebenarnya mirip dengan saat orang pertama kali berkenalan dengan node Bitcoin dan Ethereum. Dulu banyak yang juga tidak paham command line, tidak mengerti RPC, tapi perlahan-lahan bisa jalan. Sekarang juga sedang melewati jalan ini. Tidak perlu terlalu profesional, tapi disediakan cukup alat untuk mencoba.
Pengalaman gagal kali ini bikin saya lebih bijak. Ke depannya, kalau mau coba sesuatu yang baru, mending coba di testnet selama dua hari dulu. Jangan langsung ke mainnet. Salah di testnet tidak keluar uang. Boleh coba-coba. Kalau saya sebelumnya coba di testnet, mungkin dalam tiga hari sudah beres, tidak perlu sampai dua minggu.
Saya sekarang masih memegang sedikit$OPEN dan belum jual. Selain itu, saya sudah open source alat pemantauan otomatis ini ke repositori publik. Meskipun mungkin tidak banyak yang pakai, tapi siapa tahu ada rekan yang setengah mengerti butuh ini? Setidaknya bisa jadi sumbangan.
Kawan-kawan, kalau ada yang tertarik buat alat kecil sendiri, jangan takut gagal. Sebelum berhasil, saya gagal tiga kali. Mungkin ke lima kalinya baru sukses. Kuncinya jangan menyerah.

#OpenLedger
(Artikel ini adalah catatan percobaan pribadi saya. Tidak merupakan saran investasi. Hati-hati saat bermain, jangan sampai salah klik.)