Menteri Keuangan AS Mengatakan Telah Menyita Sekitar 10 Miliar Dolar Aset Kripto Iran

Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, baru-baru ini menyatakan bahwa pihaknya telah menyita sekitar 10 miliar dolar aset kripto yang terkait dengan Iran. Pernyataan ini kembali menyoroti eksekusi aset kripto dalam konteks sanksi lintas batas, terutama mengenai pembekuan stablecoin dan kemampuan pelacakan on-chain.

Sebelumnya Telah Dibatasi 3,44 Miliar Dolar

Yellen dalam wawancara di Forum Ekonomi Nasional Reagan menyebutkan bahwa pihaknya sebelumnya telah menyita sekitar 3,44 miliar dolar aset kripto yang terkait dengan Iran dan bekerja sama dengan penerbit stablecoin Tether untuk menyelesaikan sebagian operasi pembekuan. Ia juga menyatakan bahwa AS akan terus menargetkan 'jalur keuangan' pemerintah Iran.

Lembaga Analisis Blockchain TRM Labs juga menyebutkan bahwa dompet yang dibekukan terkait dengan Bank Sentral Iran serta beberapa jaringan militer agennya di Lebanon. Menurut pernyataan ini, tindakan AS kali ini fokus pada pendanaan terkait terorisme dan penghindaran sanksi yang mereka identifikasi.

Kemampuan Pembekuan Stablecoin Kembali Menjadi Sorotan

Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa penerbit stablecoin memiliki kemampuan untuk membekukan aset on-chain dalam situasi tertentu. Jika aset terkait bergantung pada penerbit terpusat dan saluran yang sesuai, kontrol dompet tidak selalu sama dengan penggunaan dana secara bebas.

Artikel juga menyebutkan bahwa Iran pernah membahas secara singkat untuk menerima biaya pelayaran kapal yang melewati Selat Hormuz dalam bentuk Bitcoin. Pasar menganggap hal ini terkait dengan beberapa aset stablecoin mereka yang telah dibekukan, yang mencari cara penyelesaian alternatif.

Sifat Lindung Nilai Bitcoin Kembali Diperdebatkan

Menyusul penyitaan ini, pasar kembali mendiskusikan apakah Bitcoin dapat berfungsi sebagai aset lindung nilai 'non-sovereign' dalam konflik geopolitik dan lingkungan sanksi. Informasi latar belakang dalam tulisan menunjukkan bahwa pada tahun 2025, pemerintah AS juga menyita sekitar 127.000 Bitcoin yang terkait dengan sebuah kelompok perusahaan Kamboja, senilai sekitar 13 miliar dolar.

Menurut tulisan tersebut, dari sekitar 8 miliar dolar volume perdagangan kripto Iran, hampir setengahnya dipimpin oleh entitas terkait pemerintah, dan proporsi penggunaan Bitcoin sedang meningkat. Dalam konteks ini, pernyataan terbaru dari pihak AS dipandang menunjukkan bahwa bahkan Bitcoin pun belum tentu sepenuhnya terlepas dari jangkauan sistem sanksi.

Beberapa pelaku pasar pun mengalihkan fokus mereka ke privacy coins dan solusi self-custody, beranggapan bahwa dalam lingkungan sanksi yang ketat, kemampuan pembekuan dan pelacakan aset on-chain tetap menjadi masalah yang lebih realistis.

#Strategy收回411枚BTC