Tinjauan FX Global untuk 25–30 Mei saat USD sedikit melemah tetapi tetap seimbang di sekitar DXY 99

📌 Pasar FX relatif sepi minggu lalu, tanpa keputusan suku bunga besar dari Fed, ECB, BoJ, atau BoE. DXY sebagian besar diperdagangkan antara 98,9 dan 99,3, menunjukkan kelemahan USD yang ringan tetapi tanpa breakout yang jelas.

🌐 Penggerak utama adalah sentimen risk-on saat pasar memperhitungkan penurunan ketegangan AS–Iran dan mengurangi risiko di sekitar Selat Hormuz. Minyak WTI sempat turun sekitar 6–6,5%, meredakan kekhawatiran inflasi energi dan mengurangi permintaan safe-haven untuk USD.

💵 Data AS menjaga posisi greenback dalam keadaan campur aduk. PCE Inti April naik 3,3% YoY, menunjukkan inflasi yang membandel, sementara GDP Q1 direvisi turun menjadi 1,6%, menunjukkan pertumbuhan yang lebih lemah. Ini memberikan sedikit dukungan bagi USD dari pandangan Fed yang kurang dovish, tetapi juga membatasi potensi kenaikannya.

📈 EUR, GBP, dan AUD umumnya mendapatkan keuntungan dari latar belakang risk-on dan ekspektasi kebijakan yang relatif lebih kuat. GBP/USD tetap didukung dengan baik, sementara AUD/USD tetap stabil meskipun data tenaga kerja Australia lebih lemah.

🛢️ USD/CAD adalah outlier kunci karena CAD tertekan oleh harga minyak yang lebih rendah dan data pertumbuhan Kanada yang lemah. Ini menunjukkan bahwa minyak mentah tetap menjadi penggerak penting untuk FX yang terkait dengan komoditas.

⏱️ Melihat ke depan, pasar mungkin menunggu katalis segar sebelum membentuk tren yang lebih kuat. Faktor kunci termasuk berita AS–Iran, harga minyak, pidato Fed, data inflasi Eropa dan Inggris, serta reaksi DXY di sekitar 98,8–99,5.

🔎 Secara keseluruhan, FX sebagian besar tetap sideways dengan bias USD-bearish yang sedikit. Namun, inflasi AS yang membandel dan Fed yang hati-hati berarti penurunan USD yang lebih dalam masih membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat dari data dan berita geopolitik.

#ForexInsights $BTC $SOL $HYPE