Kejatuhan pasar saham yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk pulih biasanya terjadi akibat meletusnya gelembung spekulatif atau krisis sistemik yang sangat dalam. Sepanjang sejarah, beberapa indeks dan saham ikonik telah memerlukan waktu dari satu dekade hingga lebih dari 20 tahun untuk kembali mencapai level tertinggi (all-time high) mereka. Berikut ini contoh-contoh yang paling menonjol:1. Indeks Nikkei 225 Jepang (Lebih dari 30 tahun)Kejatuhan: Pada Desember 1989, indeks Jepang mencapai rekor tertinggi hampir 39.000 poin setelah gelembung properti dan bursa yang berlebihan. Setelah meletusnya gelembung tersebut, indeks anjlok sekitar 80%.Pemulihan: Jepang mengalami apa yang disebut "dekade hilang". Baru pada awal 2024—lebih dari 34 tahun kemudian—indeks akhirnya berhasil melampaui kembali rekor tertinggi sebelumnya pada 1989.2. Indeks Nasdaq 100 (15 tahun)Kejatuhan: Selama gelembung perusahaan "dot-com", indeks teknologi mengalami kenaikan yang sangat cepat hingga mencapai puncaknya pada Maret 2000. Setelah gelembung tersebut pecah, nilainya turun mendekati 80%.Pemulihan: Karena bobot besar perusahaan yang dinilai terlalu tinggi kemudian bangkrut, Nasdaq 100 membutuhkan waktu 15 tahun untuk memulihkan level tertinggi sebelumnya, dan kembali mencapainya pada 2015.3. S&P 500 dan "Dekade Hilang" (13 tahun)Kejatuhan: Antara tahun 2000 (pecahnya dot-com) dan krisis keuangan 2008, indeks paling representatif di AS mengalami dua kali pasar beruang besar.Pemulihan: Jika indeks disesuaikan dengan inflasi, S&P 500 tidak berhasil memulihkan daya beli riilnya sampai 2013, mencakup siklus 13 tahun dengan imbal hasil bersih negatif.4. S&P 500 setelah Kejatuhan 1929 (25 tahun)Kejatuhan: Selama Depresi Besar, S&P 500 anjlok 86% dari puncaknya pada 1929, menandai siklus pasar beruang terburuk dalam sejarah.Pemulihan: Karena kerasnya krisis ekonomi dunia, pasar AS membutuhkan seperempat abad untuk memulihkan level nominal yang dimilikinya sebelum kejatuhan,