Gue gak liat selain satu orang yang short, nangis, dan merintih karena bangkrut akibat trading futures. Terakhir, dia nulis, "Ya Allah, berikan aku pahala atas musibah ini." C'mon, lo harus ngerti prinsip agama lo, halal-haram, bener-salah. Kita udah ngomongin ini sejuta kali, tapi tetep aja gue liat setiap orang buka posisi seakan-akan mereka paham dan percaya diri, padahal mereka yakin prediksi mereka bakal akurat. Dan akhirnya, satu candlestick dalam hitungan detik bikin mereka bangkrut. Yang parah, mereka gak bisa ngapa-ngapain selain nyesel karena loss itu menggerus modal yang mereka taruhkan dalam taruhan; bisa kena atau gagal, naik atau turun. Ini namanya judi secara syar'i dan riba seratus persen, karena gak ada yang bisa dikontrol di saldo; pas udah rugi, semua hilang tanpa kembali. Sementara itu, kalau lo trading aset yang punya nilai minimal lima miliar dolar, mau rugi berapa pun, itu pasti bakal naik lagi seiring waktu. Pelajaran: jangan trading di futures, sabar sama rezeki lo. Trading yang syar'i itu jual beli spot, artinya lo terima duit lo dan barter dengan keridhaan kedua belah pihak sambil terima aset, yaitu koin lo, dan saldo atau modal yang adalah hak lo.