$ETH
$BTC
$Akun “47 Hari Menuju Nol” versi Kakak Maji: Pasang Surut yang Lucu dari Sang Pemburu Tren di Dunia Kripto
Di dunia kripto, baru-baru ini beredar sebuah lelucon: “Mau merasakan hidup dengan pasang-surut besar-kecil? Tanya Kakak Maji—dalam 47 hari, dia bisa menyelesaikan serial tentang kekayaan mendadak sekaligus kebangkrutan.” Sosok legendaris bernama asli Huang Licheng ini, dari pendiri awal hip-hop Tiongkok hingga “penangkap momen” di bursa kripto, alur hidupnya bahkan lebih bikin deg-degan daripada tren Meme Coin.
Pada bulan September tahun ini, Kakak Maji masih menjadi yang paling ‘cakep’ di platform Hyperliquid: akun mencatat floating profit hampir 45 juta dolar AS. Ditambah modal yang mendekati 60 juta dolar, jika dirupiahkan setara lebih dari 400 juta yuan—para penggemar di chain tiap hari menunggu posisi dia untuk ‘meniru tugas’[__LINK_ICON] . Saat itu, mungkin dia merasa semua yang pernah dia injak—social mining, DeFi, sampai tren NFT—hanya pemanasan belaka. Arena sesungguhnya, menurutnya, adalah kontrak dengan leverage tinggi. Siapa sangka, pada 11 Oktober aset kripto tiba-tiba jatuh, dan kakak ini langsung memulai siklus ‘anti-rekt + tambah posisi’ yang mematikan—peringatan forced liquidation seperti kembang api saat Tahun Baru, tak ada hentinya.
Baru pada 3 November, saat posisi long ETH 25x miliknya dilikuidasi, modal 15 juta dolar AS sudah tinggal hampir tak tersisa. Tapi keuletan Kakak Maji benar-benar di luar bayangan: ketika saldo hanya tersisa 167 ribu dolar, dia malah berbalik membuka lagi long ETH leverage 25x sebanyak 100 koin—hasilnya 24 jam kemudian, dilikuidasi lagi, dan saldo berhenti di angka 1718 dolar[__LINK_ICON]. Dari puncak hingga jadi “recehan pecahan uang”, kecepatannya bahkan lebih cepat daripada saat dia dulu mengajak L.A.Boyz bernyanyi dan menari sampai meledak di Taiwan.
Yang paling ‘gila’ justru sikap mentalnya: habis rugi tidak sampai emo. Dia lebih dulu membagikan foto telanjang berenang untuk mengolok-olok diri sendiri. Saat ulang tahun ke-53 pun, permintaannya malah bikin menusuk sekaligus lucu: “Semoga kalian semua bisa cari rezeki dan jadi kaya raya, bukan malah bangkrut sampai kena likuidasi”[__LINK_ICON]. Netizen bercanda bahwa dia berubah dari “Kakak Maji si pemotongan” menjadi “Kakak Maji si meme”—soalnya tidak semua orang bisa mengumpulkan pengalaman rugi 5000 ETH, menerbitkan token lalu nol total, serta pernah jadi korban peretasan sampai dicuri 5 kali, lalu merangkainya jadi bahan memoar[__LINK_ICON].
Kini, ketika para pendatang baru di kripto menanyakan tentang dia, para ‘lebah’ lama menjawab sambil tertawa: “Ingat, pegangan hidup Kakak Maji adalah: ‘Satu tren tidak boleh terlewat; meski modal sampai nol, tetap senang’, jadi jangan tiru leverage 25x miliknya.”
$BTC
$Akun “47 Hari Menuju Nol” versi Kakak Maji: Pasang Surut yang Lucu dari Sang Pemburu Tren di Dunia Kripto
Di dunia kripto, baru-baru ini beredar sebuah lelucon: “Mau merasakan hidup dengan pasang-surut besar-kecil? Tanya Kakak Maji—dalam 47 hari, dia bisa menyelesaikan serial tentang kekayaan mendadak sekaligus kebangkrutan.” Sosok legendaris bernama asli Huang Licheng ini, dari pendiri awal hip-hop Tiongkok hingga “penangkap momen” di bursa kripto, alur hidupnya bahkan lebih bikin deg-degan daripada tren Meme Coin.
Pada bulan September tahun ini, Kakak Maji masih menjadi yang paling ‘cakep’ di platform Hyperliquid: akun mencatat floating profit hampir 45 juta dolar AS. Ditambah modal yang mendekati 60 juta dolar, jika dirupiahkan setara lebih dari 400 juta yuan—para penggemar di chain tiap hari menunggu posisi dia untuk ‘meniru tugas’[__LINK_ICON] . Saat itu, mungkin dia merasa semua yang pernah dia injak—social mining, DeFi, sampai tren NFT—hanya pemanasan belaka. Arena sesungguhnya, menurutnya, adalah kontrak dengan leverage tinggi. Siapa sangka, pada 11 Oktober aset kripto tiba-tiba jatuh, dan kakak ini langsung memulai siklus ‘anti-rekt + tambah posisi’ yang mematikan—peringatan forced liquidation seperti kembang api saat Tahun Baru, tak ada hentinya.
Baru pada 3 November, saat posisi long ETH 25x miliknya dilikuidasi, modal 15 juta dolar AS sudah tinggal hampir tak tersisa. Tapi keuletan Kakak Maji benar-benar di luar bayangan: ketika saldo hanya tersisa 167 ribu dolar, dia malah berbalik membuka lagi long ETH leverage 25x sebanyak 100 koin—hasilnya 24 jam kemudian, dilikuidasi lagi, dan saldo berhenti di angka 1718 dolar[__LINK_ICON]. Dari puncak hingga jadi “recehan pecahan uang”, kecepatannya bahkan lebih cepat daripada saat dia dulu mengajak L.A.Boyz bernyanyi dan menari sampai meledak di Taiwan.
Yang paling ‘gila’ justru sikap mentalnya: habis rugi tidak sampai emo. Dia lebih dulu membagikan foto telanjang berenang untuk mengolok-olok diri sendiri. Saat ulang tahun ke-53 pun, permintaannya malah bikin menusuk sekaligus lucu: “Semoga kalian semua bisa cari rezeki dan jadi kaya raya, bukan malah bangkrut sampai kena likuidasi”[__LINK_ICON]. Netizen bercanda bahwa dia berubah dari “Kakak Maji si pemotongan” menjadi “Kakak Maji si meme”—soalnya tidak semua orang bisa mengumpulkan pengalaman rugi 5000 ETH, menerbitkan token lalu nol total, serta pernah jadi korban peretasan sampai dicuri 5 kali, lalu merangkainya jadi bahan memoar[__LINK_ICON].
Kini, ketika para pendatang baru di kripto menanyakan tentang dia, para ‘lebah’ lama menjawab sambil tertawa: “Ingat, pegangan hidup Kakak Maji adalah: ‘Satu tren tidak boleh terlewat; meski modal sampai nol, tetap senang’, jadi jangan tiru leverage 25x miliknya.”
