Jepang telah berhasil menciptakan bahan bakar sintetis hanya menggunakan air, CO₂, dan energi terbarukan.

Perusahaan ENEOS, pengolah minyak terbesar di negara itu, membuktikan sains ini di laboratorium Yokohama mereka. Pabrik demonstrasi mereka menangkap karbon dioksida langsung dari udara, mengekstraksi hidrogen dari air, dan menggabungkannya menggunakan proses Fischer-Tropsch untuk menciptakan hidrokarbon cair. Minyak sintetis yang dihasilkan adalah bahan bakar "drop-in", artinya dapat segera menggerakkan mobil, pesawat, dan infrastruktur yang ada tanpa modifikasi — sebuah klaim yang berhasil diuji ENEOS pada kendaraan nyata.

Terobosan ini memiliki implikasi global yang besar. Ini menawarkan jalur dekarbonisasi yang layak untuk industri berat yang sulit dialiri listrik, seperti penerbangan dan pengiriman. Selain itu, ini bisa mengubah geopolitik global dengan memungkinkan negara-negara tanpa cadangan minyak untuk memproduksi bahan bakar mereka sendiri menggunakan tenaga angin dan solar lokal.

Namun, ada hambatan utama: efisiensi energi. Jumlah besar listrik yang diperlukan untuk memproduksi hanya satu liter bahan bakar sintetis ini bisa menggerakkan kendaraan listrik untuk sekitar 200 kilometer. Karena ekonomi yang tidak menguntungkan ini, ENEOS secara diam-diam menghentikan proyek tersebut pada tahun 2025.

Walaupun prosesnya saat ini terlalu mahal untuk di-skala, teknologi yang mendasarinya telah terbukti. Setelah seseorang menemukan cara untuk membuat biaya produksi menjadi efektif, lanskap energi global akan berubah selamanya.#Tariq