Binance melesat dari sebuah startup pada tahun 2017 menjadi bursa crypto terbesar di dunia dalam waktu kurang dari enam bulan — salah satu kisah pertumbuhan tercepat dalam sejarah keuangan. Didirikan oleh Changpeng Zhao (“CZ”), yang pernah bekerja di McDonald’s dan sebuah pom bensin setelah berimigrasi ke Kanada, Binance berkembang menjadi platform yang memproses volume perdagangan yang menyaingi bursa saham besar.
Perusahaan ini menjadi terkenal karena beroperasi secara global tanpa kantor pusat formal, menyebut dirinya sebagai "perusahaan terdesentralisasi," yang kemudian menarik perhatian regulasi yang ketat. Pada tahun 2023, Binance setuju untuk menyelesaikan kasus besar senilai $4 miliar AS terkait kegagalan kepatuhan, dan CZ mengundurkan diri sebagai CEO.
Meskipun kontroversi, Binance berhasil melewati tantangan besar — termasuk peretasan pada tahun 2019 di mana lebih dari 7.000 Bitcoin dicuri. Bursa ini mengganti kerugian pengguna melalui dana daruratnya, SAFU, sebuah nama yang secara ironis dimulai sebagai meme crypto setelah seseorang secara keliru berkata "Dana aman" selama siaran langsung.
Saat ini, Binance jauh lebih dari sekadar bursa crypto. Ia telah membangun seluruh ekosistem blockchain termasuk BNB, jaringan blockchain, sistem pembayaran, layanan staking, dan platform aset digital, menjadikannya salah satu perusahaan paling berpengaruh di dunia crypto.