Malam ini (18 Mei) pasar crypto seperti Bitcoin
mengalami penurunan tajam akibat tumpukan sentimen negatif makro
yang menyebabkan penjualan aset berisiko secara menyeluruh.
1. Ketegangan geopolitik meningkat (konflik AS-Iran)
Presiden AS Trump menolak rencana gencatan senjata Iran, dan tidak ada kemajuan substansial dalam perundingan
yang menyebabkan Selat Hormuz (jalur kunci energi global) terus terpengaruh.
Harga minyak internasional melonjak (harga minyak WTI sempat menyentuh lebih dari 100 dolar)
meningkatkan ekspektasi inflasi, membuat sentimen pasar beralih ke aset safe haven.
Investor menjual aset berisiko tinggi (seperti cryptocurrency)
dan beralih ke alat pelindung tradisional.
2. Inflasi AS lebih tinggi dari yang diperkirakan
Data CPI terbaru menunjukkan biaya energi meningkat 17,9% tahunan
menambah ketidakpastian kebijakan Federal Reserve.
Imbal hasil obligasi meningkat dan dolar menguat, semakin menekan aset berisiko.
Bitcoin dianggap sebagai "aset berisiko" dan bukan aset safe haven,
yang mengalami penurunan bersamaan dengan Nasdaq.
3. Arus keluar dana ETF Bitcoin yang signifikan
Minggu lalu, ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar bersih yang jelas
(diperkirakan sekitar 1 miliar dolar dalam satu minggu), mengakhiri tren arus masuk yang berkelanjutan.
Institusi seperti BlackRock juga memiliki dinamikanya sendiri.
Kepercayaan pasar tertekan.
Menurut laporan PANews pada 18 Mei
serta data pemantauan on-chain seperti Onchain Lens:
Alamat ETF BlackRock
menyetorkan 2.221 BTC ke Coinbase
(bernilai sekitar 170,59 juta dolar)
serta 26.572 ETH
(bernilai sekitar 56,17 juta dolar)
Total nilai sekitar 227 juta dolar
$BTC #数字资产周流出10.7亿美元