🇺🇸 Presiden Donald Trump sekali lagi memicu perdebatan politik besar setelah membuat komentar tajam mengenai proyeksi perubahan iklim dan agenda iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam pernyataan yang menggebu, Trump mengklaim bahwa setelah bertahun-tahun peringatan dari Demokrat tentang perubahan iklim yang mengancam planet, komite iklim teratas PBB secara efektif mengakui bahwa salah satu model proyeksi utamanya — yang dikenal sebagai RCP8.5 — tidak akurat.

Trump mengkritik apa yang disebutnya sebagai narasi yang dipenuhi ketakutan selama bertahun-tahun mengenai kebijakan iklim, berargumen bahwa warga Amerika dipaksa untuk menerima regulasi mahal dan pembatasan energi berdasarkan proyeksi yang kini diperdebatkan secara luas oleh ilmuwan dan pembuat kebijakan.

Skenario RCP8.5 telah lama digunakan dalam diskusi iklim sebagai proyeksi emisi tinggi yang menunjukkan hasil pemanasan jangka panjang yang parah jika emisi global terus meningkat tanpa kendali. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa peneliti berargumen bahwa skenario tersebut mewakili jalur ekstrem daripada hasil masa depan yang paling mungkin, yang menyebabkan perdebatan yang berkembang tentang bagaimana skenario tersebut seharusnya digunakan dalam penelitian iklim dan pesan politik.

Pendukung Trump mengatakan komentarnya mengungkapkan hiperbola dalam politik iklim global, sementara kritik berargumen bahwa risiko iklim tetap serius meskipun ada perbedaan pendapat tentang model dan proyeksi tertentu.

Pernyataan tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan lingkaran politik, menambah intensitas lebih lanjut pada pertarungan yang sedang berlangsung antara kaum konservatif dan aktivis iklim mengenai kebijakan energi, regulasi lingkungan, dan arah masa depan ekonomi Amerika. 🇺🇸
$RIVER
#BerkshireHeavilyIncreasesAlphabetStake #THORChainHackCauses$10.7MLoss #SpaceXEyesJune12NasdaqListing #BitcoinETFsSee$131MNetInflows