Hari pertama pembicaraan antara Donald Trump dan China tampaknya telah menenangkan pasar, setidaknya untuk saat ini.


Saham AS bergerak naik, sementara Bitcoin berhasil rebound di atas level $81K saat para investor merespons positif berita dari Gedung Putih.


Salah satu poin diskusi utama adalah Selat Hormuz.


Menurut laporan, kedua belah pihak sepakat bahwa Selat harus tetap terbuka untuk perdagangan global, dan China dilaporkan menentang militerisasi lebih lanjut di wilayah tersebut. Ada juga kekhawatiran bersama mengenai ambisi nuklir Iran, dengan kedua belah pihak sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.


Diskusi tentang perdagangan juga menunjukkan tanda-tanda kemajuan.


Tiongkok dilaporkan menyatakan minat untuk membeli lebih banyak minyak AS, produk pertanian, dan berpotensi pesawat Boeing. Selain itu, Beijing memperbarui izin impor untuk ratusan pabrik pengolahan daging sapi Amerika, yang dapat membantu membuka kembali peluang perdagangan bagi petani AS.


Poin penting lainnya adalah minat Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan pada rute minyak yang terhubung ke Hormuz dengan meningkatkan impor energi langsung dari AS.


Namun, Taiwan tetap menjadi isu yang paling sensitif.


Laporan menunjukkan bahwa pejabat Tiongkok memperingatkan hubungan antara AS dan Tiongkok dapat menjadi “sangat berbahaya” jika Washington mengabaikan posisi Beijing terkait Taiwan.


Trump juga dilaporkan mengundang kepemimpinan Tiongkok ke Washington pada 24 September, yang menandakan bahwa kemungkinan akan ada perundingan lebih lanjut ke depan.


Secara keseluruhan, hari pertama tetap relatif stabil dan konstruktif. Perdagangan tampaknya menjadi bidang yang paling mudah bagi kedua belah pihak untuk bernegosiasi, sementara Taiwan terus menjadi tantangan geopolitik terbesar.


$LAB $RIVER $COS


#Bitcoin #BTC #Kripto #Trump #China #Pasar #Trading #Binance #Geopolitik #Saham