10 pertanyaan yang harus diajukan sebelum masuk ke trading
➡️
Apakah potensi kenaikan sebanding dengan risikonya?
Momentum itu penting, tapi perlindungan downside juga tidak kalah penting. Tujuannya adalah mendapatkan rasio risiko-imbalan terbaik.
➡️
Apa kondisi kemenangan?
Setiap trade membutuhkan pemicu yang jelas untuk sukses. Tanpa itu, hanya seperti berjudi.
➡️
Apakah ada trade yang lebih baik untuk tesis yang sama?
Terkadang aset lain menawarkan risiko-imbalan yang lebih bersih untuk mengekspresikan pandangan yang sama.
➡️
Seberapa kuat keyakinannya?
Keyakinan terkait langsung dengan ukuran posisi. Keyakinan tinggi pantas mendapatkan ukuran besar, keyakinan rendah tidak.
➡️
Apakah trade ini terlalu ramai?
Jika semua orang membahasnya di timeline, kemungkinan besar sudah terlambat. Trade yang terlambat bisa berhasil, tapi potensi kenaikannya terbatas.
➡️
Dimana letak invalidasi?
Invalidasi harus mencerminkan tesis yang rusak, bukan stop yang sembarangan. Potong ketika ide tersebut gagal.
➡️
Bagaimana ini cocok dengan eksposur portofolio?
Hindari menumpuk jenis risiko yang sama di beberapa posisi.
➡️
Apakah aksi harga mendukung tesis?
Tidak peduli seberapa bullish ceritanya, jika harga tertinggal, tesisnya lemah. Aksi harga adalah raja.
➡️
Apakah tren mendukung setup ini?
Trading melawan tren adalah mode sulit dengan risiko lebih tinggi dan imbalan lebih rendah.
➡️
Apa yang terjadi jika ini salah?
Rencana untuk downside menghindari keputusan yang tidak rasional pada saat itu.
➡️
Apakah potensi kenaikan sebanding dengan risikonya?
Momentum itu penting, tapi perlindungan downside juga tidak kalah penting. Tujuannya adalah mendapatkan rasio risiko-imbalan terbaik.
➡️
Apa kondisi kemenangan?
Setiap trade membutuhkan pemicu yang jelas untuk sukses. Tanpa itu, hanya seperti berjudi.
➡️
Apakah ada trade yang lebih baik untuk tesis yang sama?
Terkadang aset lain menawarkan risiko-imbalan yang lebih bersih untuk mengekspresikan pandangan yang sama.
➡️
Seberapa kuat keyakinannya?
Keyakinan terkait langsung dengan ukuran posisi. Keyakinan tinggi pantas mendapatkan ukuran besar, keyakinan rendah tidak.
➡️
Apakah trade ini terlalu ramai?
Jika semua orang membahasnya di timeline, kemungkinan besar sudah terlambat. Trade yang terlambat bisa berhasil, tapi potensi kenaikannya terbatas.
➡️
Dimana letak invalidasi?
Invalidasi harus mencerminkan tesis yang rusak, bukan stop yang sembarangan. Potong ketika ide tersebut gagal.
➡️
Bagaimana ini cocok dengan eksposur portofolio?
Hindari menumpuk jenis risiko yang sama di beberapa posisi.
➡️
Apakah aksi harga mendukung tesis?
Tidak peduli seberapa bullish ceritanya, jika harga tertinggal, tesisnya lemah. Aksi harga adalah raja.
➡️
Apakah tren mendukung setup ini?
Trading melawan tren adalah mode sulit dengan risiko lebih tinggi dan imbalan lebih rendah.
➡️
Apa yang terjadi jika ini salah?
Rencana untuk downside menghindari keputusan yang tidak rasional pada saat itu.