🚀 Untuk sukses di Crypto, mulai dengan "nilai dasar".
Di dunia Crypto, kebanyakan orang kalah karena mengikuti hype dan omongan orang lain.
Di sini, kita tidak melakukan hal seperti itu.
Kita akan menggunakan metode "nilai dasar".
Ini apa sih?
Dia membongkar masalah ini sampai ke akar-akarnya dan membangun kembali solusinya di atas fondasi itu.
Jangan percaya pada "Hype" yang dangkal, tapi cari tahu "kenapa" (Why) yang sebenarnya.
Studi praktis
Elon Musk waktu bikin roket tidak percaya bahwa "roket itu mahal" adalah konsensus umum.
Dia menghitung kembali nilai bahan mentah (Raw Materials) yang ada di dalam satu roket.
Di situ dia menemukan bahwa biaya bisa berkurang lebih dari 90%.
Begitu juga di dunia Crypto.
"Beli Bitcoin karena harganya naik" bukan cara yang tepat, kita mulai dengan "Kenapa Bitcoin itu berharga?"
💰 Apa sebenarnya "uang" itu?
Sebelum belajar Crypto, kita harus memahami dasar tentang "uang" (Money).
Apakah uang itu kertas yang dicetak oleh pemerintah?
Uang (Money) harus memenuhi tiga kriteria utama.
1. Penyimpanan Nilai (Store of Value):
Usaha kita harus bisa disimpan dalam waktu lama. (Contoh - uang yang kita dapat hari ini tidak boleh kehilangan nilai tahun depan)
2. Medium Pertukaran (Medium of Exchange):
Harus bisa dipertukarkan dengan barang dan jasa dengan mudah.
3. Satuan Ukur (Unit of Account):
Nilai suatu barang harus bisa diukur dengan jelas. (Contoh - secangkir kopi seharga 3000 kyat)
Studi praktis
Dulu orang-orang menggunakan "garam" sebagai uang. Kenapa ya?
Garam itu
(1) Tahan lama (Store of Value),
(2) Bisa ditukar dengan daging (Medium of Exchange),
(3) Garam bisa diukur dengan harga (Unit of Account).
Lihatlah "uang kertas" (Fiat Currency) yang kita gunakan sekarang.
Pemerintah mencetak banyak uang, sementara uang yang ada di tangan kita jadi turun nilai (Inflasi).
Ini menjadi kelemahan dalam penyimpanan nilai.
Selain tiga kriteria ini, apa lagi yang penting dalam "uang"?
