🩸 KEJATUHAN PASAR INDIA SEMAKIN MEMPERCEPAT
₹11 TRILIUN telah dihapus dari ekuitas India dalam hanya 4 sesi perdagangan saat krisis minyak semakin dalam.
Ini bukan lagi "volatilitas normal."
India mengimpor lebih dari 85% minyak mentahnya.
Jadi setiap lonjakan harga energi langsung berdampak pada inflasi, nilai rupee, margin perusahaan, dan permintaan konsumen sekaligus.
Investor asing sudah mulai menarik diri.
Hasil obligasi terus naik.
Dan ketakutan akan inflasi tinggi yang berkepanjangan sedang menghancurkan sentimen di seluruh pasar.
Jika harga minyak terus melambung, fase berikutnya bisa jauh lebih buruk:
Harga bahan bakar yang lebih tinggi.
CPI yang lebih tinggi.
Pemotongan suku bunga yang tertunda.
Pertumbuhan yang melambat.
Pasar telah dipatok untuk stabilitas.
Sekarang mereka dipaksa untuk memasukkan kekacauan geopolitik.
#India #StockMarket #Oil #Inflation #Nifty
₹11 TRILIUN telah dihapus dari ekuitas India dalam hanya 4 sesi perdagangan saat krisis minyak semakin dalam.
Ini bukan lagi "volatilitas normal."
India mengimpor lebih dari 85% minyak mentahnya.
Jadi setiap lonjakan harga energi langsung berdampak pada inflasi, nilai rupee, margin perusahaan, dan permintaan konsumen sekaligus.
Investor asing sudah mulai menarik diri.
Hasil obligasi terus naik.
Dan ketakutan akan inflasi tinggi yang berkepanjangan sedang menghancurkan sentimen di seluruh pasar.
Jika harga minyak terus melambung, fase berikutnya bisa jauh lebih buruk:
Harga bahan bakar yang lebih tinggi.
CPI yang lebih tinggi.
Pemotongan suku bunga yang tertunda.
Pertumbuhan yang melambat.
Pasar telah dipatok untuk stabilitas.
Sekarang mereka dipaksa untuk memasukkan kekacauan geopolitik.
#India #StockMarket #Oil #Inflation #Nifty
