👾 Para penjahat siber memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengeksploitasi celah, memperbesar skala operasi, dan mendapatkan akses awal ke sistem atau jaringan target. Ini diungkapkan dalam laporan dari Google Threat Intelligence Group (GTIG).
Divisi GTIG pertama kali menemukan hacker yang menggunakan kerentanan zero-day yang dibuat dengan bantuan AI. Dia berencana untuk menerapkannya dalam serangan besar-besaran, namun para ahli di perusahaan berhasil mencegah ancaman tersebut.
Penjahat yang terkait dengan Korea Utara juga menunjukkan minat besar dalam menggunakan AI untuk menemukan celah.
#GoogleCrypto $GOOGL
$XRP
Divisi GTIG pertama kali menemukan hacker yang menggunakan kerentanan zero-day yang dibuat dengan bantuan AI. Dia berencana untuk menerapkannya dalam serangan besar-besaran, namun para ahli di perusahaan berhasil mencegah ancaman tersebut.
Penjahat yang terkait dengan Korea Utara juga menunjukkan minat besar dalam menggunakan AI untuk menemukan celah.
#GoogleCrypto $GOOGL
$XRP