Paman saya tahun ini 58, sudah dua puluh tahun buka toko kecil di kampung.
Minggu lalu dia telepon, bilang mau jual tokonya. Saya tanya kenapa, dia bilang sekarang orang lebih suka belanja online, sehari nggak dapat beberapa pelanggan, dan sewa terus naik tiap tahun.
Setelah telepon, saya jadi teringat satu hal—toko kecil itu, bukankah itu saya yang masuk ke pasar beli altcoin di 2021?
Menjaga sebuah chain yang sepi, lihat velas setiap hari seperti dia yang menunggu di depan toko, berharap ada yang datang belanja. Kadang ada whale besar yang borong, rasanya kayak dapat klien besar, sampai excited tepuk paha. Tapi tren besarnya apa? Pengguna pergi, likuiditas mengering, meskipun bertahan, itu cuma buang waktu.
Butuh dua puluh tahun bagi saya untuk mengerti arti "stop loss". Dalam dua tahun di crypto, saya paham—kalau arah salah, semakin lama holding, semakin banyak kerugian.
Kemarin saya bersihkan dua doge terakhir, tinggalin posisi spot BTC dan ETH. Bukan menyerah, tapi ganti jalur. Seperti kata paman saya: "Nggak buka toko kecil lagi, saya mau belajar bikin video pendek, setidaknya masih ada traffic."
Kadang saya merasa trading crypto dan menjalani hidup itu mirip. Kita harus tahu kapan harus bertahan, kapan harus pergi. Yang paling ditakuti bukan kehilangan uang, tapi kehilangan uang dan masih nggak mau pergi, akhirnya modal untuk balik pun hilang.
Hari ini di plaza, ada nggak yang sama seperti saya yang "clear position dan ganti jalur"? Atau masih bertahan mati-matian? Ayo ngobrol di kolom komentar.
#BTC走势分析