Protokol kripto Ekubo menjadi target serangan hacker. Menurut data terbaru, kerugian di jaringan Ethereum dan Arbitrum mencapai sekitar $1,4 juta.
🔍 Apa yang terjadi?
Pelaku jahat memanfaatkan kerentanan di kontrak routing (EVM Router) versi yang terdampak.
Mekanisme: Hacker menemukan celah di fungsi payCallback, yang memungkinkan mereka untuk menarik dana dari dompet pengguna yang sebelumnya memberikan izin (aprove) kepada protokol untuk menggunakan token mereka.
Skala: Sudah dilakukan 85 transaksi. Salah satu penyedia likuiditas besar kehilangan 17 WBTC karena izin yang tidak terbatas.
✅ Siapa yang aman?
Pengguna di jaringan Starknet tidak terdampak — arsitektur protokol di sana berbeda, dan dana tetap aman. Juga, mereka yang tidak berinteraksi dengan Ekubo di jaringan Ethereum dan Arbitrum atau tidak memberikan izin pada kontrak yang rentan tidak terdampak.
🛡 Tindakanmu saat ini:
Jika kamu pernah menggunakan Ekubo di jaringan ETH atau Arbitrum, sangat disarankan:
Gunakan layanan Revoke.cash.
Tarik kembali izin (allowances) untuk kontrak Ekubo (terutama untuk alamat yang berakhir dengan ...60fd, ...edf2, dan ...c47d).
Selalu atur batas pengeluaran (Spending Limit) daripada izin 'tak terbatas'.
💡 Kesimpulan
Kasus ini kembali membuktikan: bahkan protokol yang aman bisa memiliki alat bantu yang rentan. Kebersihan dompet secara rutin dan pemeriksaan izin — ini bukan paranoia, tetapi kebutuhan di dunia DeFi.
💬 Pertanyaan untuk komunitas: Seberapa sering kamu melakukan 'audit' pada izinmu, atau memperhatikan batasan saat menandatangani transaksi? Bagikan metode perlindunganmu di kolom komentar! 👇
#Ekubo #DeFi #CryptoSecurity #ADPPayrollsSurge #Arbitrum #Starknet #Blockchain #SmartContract
