Raksasa pembayaran terus melaju dengan kecepatan tinggi di dunia crypto 🌍. Perusahaan baru saja mengumumkan integrasi 5 blockchain baru ke dalam program pilot penyelesaian menggunakan stablecoin — sebuah sinyal kuat yang mengonfirmasi masuknya crypto secara bertahap ke dalam keuangan tradisional.
🌐 Strategi multi-blockchain yang diakui
Sejak akhir 2024, Visa mulai bereksperimen dengan penyelesaian menggunakan stablecoin untuk menyederhanakan pembayaran internasional dan membuatnya lebih cepat ⚡ dan lebih murah 💸.
Awalnya, program ini berfokus pada Ethereum dan Solana, kemudian diikuti oleh Stellar dan Avalanche.
Hari ini, Visa melaju lebih cepat dengan menambahkan 5 infrastruktur baru:
Arbitrum 🔵
Base 🟦
Canton Network 🏦
Polygon 🟣
Tempo 💳
Tujuan: mencerminkan realitas multi-chain 🔗 dari ekosistem crypto dan memungkinkan mitra untuk memilih blockchain yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
📈 7 miliar dolar sudah diproses
Program percontohan ini bukan lagi sekadar uji coba 🧪.
Visa mengumumkan volume pembayaran tahunan sebesar 7 miliar dolar 💰, meningkat 50% dalam satu kuartal.
Eksperimen ini sudah diterapkan di beberapa wilayah 🌎:
Amerika Latin & Karibia
Eropa 🇪🇺
Asia-Pasifik 🌏
Wilayah CEMEA
Perusahaan juga telah memperluas pembayaran dalam stablecoin ke bank-bank Amerika dan lebih dari 130 program kartu crypto di lebih dari 50 negara 🌍.
🏦 Blockchain menjadi alternatif yang kredibel
Visa kini menganggap pembayaran dalam stablecoin sebagai pelengkap yang layak untuk sistem tradisional.
Visi 🎯: menjadi jembatan antara keuangan tradisional dan keuangan on-chain, sambil mempertahankan standar keandalan, keamanan, dan skalabilitas.
🔎 Mengapa pengumuman ini penting
Ekspansi ini menunjukkan bahwa stablecoin bukan lagi sekadar konsep crypto:
mereka secara bertahap berintegrasi dalam infrastruktur keuangan global 🏗️.
👉 Singkatnya: Visa tidak hanya menguji blockchain — mereka secara aktif membangun infrastruktur pembayaran masa depan.
Sumber: cryptoast.fr
