"Jual di bulan Mei dan pergi" adalah pepatah klasik di pasar saham. Berikut adalah makna dan alasan mengapa trader mengikutinya:
Asal Usul Frasa
Ungkapan lengkapnya adalah: "Jual di bulan Mei dan pergi, kembali pada Hari St. Leger" (acara balap kuda Inggris di bulan September). Ini menyarankan untuk menjual saham di bulan Mei dan tetap keluar dari pasar selama bulan-bulan musim panas, lalu kembali di musim gugur.
Dasar Historis
Konsep ini berdasarkan pola musiman yang diamati:
• Kelemahan musim panas: Secara historis, pasar saham menunjukkan performa yang lebih lemah dari bulan Mei hingga September di Belahan Bumi Utara
Volume perdagangan musiman: Volume perdagangan yang lebih rendah selama periode liburan musim panas dapat menyebabkan pasar menjadi lebih tipis dan volatilitas yang meningkat
• Pasca-musim laporan keuangan: Banyak dari musim laporan keuangan berakhir pada bulan Mei, mengurangi katalis untuk pergerakan naik
• Cuaca dan psikologi: Liburan musim panas mengurangi aktivitas perdagangan institusi dan keterlibatan investor
Asal Usul Frasa
Ungkapan lengkapnya adalah: "Jual di bulan Mei dan pergi, kembali pada Hari St. Leger" (acara balap kuda Inggris di bulan September). Ini menyarankan untuk menjual saham di bulan Mei dan tetap keluar dari pasar selama bulan-bulan musim panas, lalu kembali di musim gugur.
Dasar Historis
Konsep ini berdasarkan pola musiman yang diamati:
• Kelemahan musim panas: Secara historis, pasar saham menunjukkan performa yang lebih lemah dari bulan Mei hingga September di Belahan Bumi Utara
Volume perdagangan musiman: Volume perdagangan yang lebih rendah selama periode liburan musim panas dapat menyebabkan pasar menjadi lebih tipis dan volatilitas yang meningkat
• Pasca-musim laporan keuangan: Banyak dari musim laporan keuangan berakhir pada bulan Mei, mengurangi katalis untuk pergerakan naik
• Cuaca dan psikologi: Liburan musim panas mengurangi aktivitas perdagangan institusi dan keterlibatan investor