$KITE

Suatu ketika, seorang anak laki-laki meluncurkan layang-layang untuk merayakan sebuah pesta. Layang-layang itu terbang tinggi sekali, tepat ke langit biru, di mana awan tampak seperti kapas, dan matahari — seperti mata yang baik. Layang-layang itu terbang dengan bangga, merasakan angin berhembus, seolah seluruh dunia melihatnya dari bawah ke atas. "Ah, betapa indahnya aku! — pikirnya. — Aku melayang di atas segalanya, aku raja langit!"

Ia melihat ke bawah dan melihat sebuah kota kecil. Orang-orang di sana tampak seperti semut, berlari ke sana kemari tanpa tujuan. "Betapa menyedihkannya, — kata layang-layang, — sementara aku satu-satunya penguasa ketinggian yang sebenarnya!" Ia membanggakan diri, berputar di angin, tertawa atas urusan duniawi. Ia merasa bahwa langit adalah miliknya selamanya.

Namun segera anak laki-laki itu dipanggil pulang — makan malam sudah dingin. Ia melepaskan tali dan berlari, bahkan tidak melirik layang-layangnya. Layang-layang, yang terputus dari tanah, mencoba untuk bertahan, tetapi angin menjadi nakal. Ia berputar, kehilangan ketinggian, sampai akhirnya jatuh di belakang kota, tepat di tempat pembuangan, di antara kain-kain dan koran-koran lama.

Dulu ia bermimpi menjadi awan, tetapi kini ia menjadi sampah. Begitulah akhir penerbangannya — bangga dan tidak berguna bagi siapa pun.

Begitu juga dengan koin Layang-layang - akan terbang sampai sang pengendali melepaskan tali. Dan di sana ada jatuh ke jurang dan dilupakan dalam kegelapan ketidakdikenalan. Hati-hati dengan koin-koin baru!