Amerika Serikat sekarang menjalankan sebuah node Bitcoin sementara Tesla tetap memegang cadangannya. Selain itu, perusahaan-perusahaan besar di bidang teknologi dan keuangan terus meluncurkan inisiatif, mulai dari dana AI, regulasi crypto, hingga akumulasi BTC.


Tesla tetap memegang BTC-nya
Tesla tidak menjual sedikitpun dari 900 juta dolar Bitcoin-nya pada kuartal pertama 2026. Keputusan ini semakin menguatkan persepsi Bitcoin sebagai aset strategis, sementara valuasinya mendekati 78.000 dolar dan minat institusional semakin terlihat.
Departemen Keuangan AS mendesak regulasi crypto
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, telah mendesak Senat untuk mengesahkan undang-undang tentang struktur pasar cryptocurrency. Ia juga menyatakan bahwa crypto akan menjadi « alat pembayaran yang sangat penting ». Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat keamanan hukum sektor ini, sementara aktor institusional, seperti Ark Invest atau BlackRock, menyoroti potensi ekonomi dari aset digital.
FTX dan keuntungan yang terlewat
FTX saat ini diperkirakan memiliki sekitar 114 miliar dolar aset jika pengacara mereka tidak menjual beberapa posisi, terutama dalam Anthropic, Solana, dan SpaceX. Penjualan ini telah menghilangkan potensi keuntungan besar bagi platform, terutama setelah penilaian rekor Anthropic.
Naval Ravikant meluncurkan USVC
Naval Ravikant telah meluncurkan USVC, sebuah dana modal ventura yang dapat diakses mulai dari 500 dolar, yang menawarkan eksposur ke startup besar di bidang kecerdasan buatan seperti OpenAI, Anthropic, dan xAI. Peluncuran ini terjadi dalam konteks penilaian rekor sektor, dengan Nvidia dan aktor lainnya berpartisipasi dalam putaran pendanaan besar-besaran.
Dokumenter « Finding Satoshi »
Dokumenter « Finding Satoshi » menyatakan bahwa Hal Finney dan Len Sassaman mungkin adalah co-pencipta Bitcoin. Film ini menghidupkan kembali debat tentang identitas Satoshi Nakamoto, mengingatkan bahwa Finney menerima transaksi Bitcoin pertama pada tahun 2009.