Bank internasional memperingatkan tentang risiko serius yang ditimbulkan oleh penyebaran luas stablecoin yang denominasi dalam dolar AS, terutama bagi negara-negara dengan ekonomi berkembang. Manajer umum BIS, Pablo Hernández de Cos, menyampaikan posisi regulator dalam pidato resmi "Stablecoin: pandangan terhadap masalah", yang diterbitkan pada 20 April 2026.

Dollarization sebagai ancaman utama

Menurut estimasi BIS, stablecoin yang beredar di blockchain publik yang bebas dari batasan menciptakan kondisi untuk menghindari persyaratan regulasi dan meningkatkan risiko dollarization di negara-negara pasar berkembang dan ekonomi yang sedang berkembang. De Cos membuat paralel langsung dengan episode dollarization keuangan di masa lalu, ketika mata uang asing menggeser mata uang nasional sebagai alat tabungan.

Kekhawatiran khusus muncul dari skenario 'dollarization nyata': ketika transaksi, harga, dan gaji mulai ditetapkan dalam mata uang asing, ini secara signifikan memperumit pelaksanaan kebijakan moneter dan merusak kedaulatan moneter negara. Bagi negara-negara yang sudah mengalami tekanan pada mata uang nasional, dinamika seperti ini membawa risiko struktural tambahan.

Pengendalian valuta dan penghindaran pajak

Dalam pidato BIS, secara khusus disebutkan bahwa stablecoin memudahkan penghindaran kontrol valuta — baik pada periode aliran modal dalam kondisi yang menguntungkan maupun saat aliran keluar di saat krisis. Sifat blockchain publik dan dompet pribadi membuka jalan baru untuk penghindaran pajak, yang menimbulkan pertanyaan tambahan bagi regulator di seluruh dunia.

Kekhawatiran serupa tentang dollarization dan kehilangan kontrol atas modal juga terdengar dalam pertemuan IMF dan Bank Dunia, yang berlangsung tidak lama sebelum publikasi pidato de Cos.

Proyeksi pasar: triliun pada 2028

Di tengah diskusi regulasi, proyeksi pasar terlihat signifikan. Menurut laporan Standard Chartered 'Dampak stablecoin pada negara berkembang', volume tabungan masyarakat di negara berkembang dalam stablecoin dolar akan meningkat dari $173 miliar menjadi $1,22 triliun pada akhir 2028. Pertumbuhan lebih dari tujuh kali lipat dalam tiga tahun jelas menjelaskan mengapa tema stablecoin menjadi perhatian utama bank sentral.

Penawaran stablecoin, 2020-2025

Dinamika penawaran stablecoin tercermin dalam laporan Citi GPS 'Stablecoin-2030': menurut Artemis Analytics dan Citi Institute, penawaran USDT akan melebihi $185 miliar pada pertengahan 2025, sedangkan volume USDC mencapai sekitar $80 miliar. Stablecoin lainnya bertahan di level sekitar $45 miliar. Ketiga segmen menunjukkan tren naik yang stabil sejak 2020.

Latar belakang regulasi

Pernyataan BIS masuk dalam konteks yang lebih luas: regulator di berbagai negara semakin aktif memikirkan peran stablecoin dalam sistem keuangan. Pidato de Cos tidak mengandung usulan legislasi konkret, namun memberikan kerangka konseptual untuk diskusi lebih lanjut — termasuk terkait dengan persyaratan cadangan, identifikasi pengguna, dan pengawasan aliran lintas batas.

Dengan demikian, stablecoin bertransformasi dari instrumen niche di pasar kripto menjadi subjek perhatian regulasi sistemik. Proyeksi Standard Chartered memperkirakan bahwa pada tahun 2028, skala penggunaannya di ekonomi berkembang akan mencapai level yang sebanding dengan volume sistem moneter nasional tertentu — dan fakta ini sendiri sudah menentukan agenda bank sentral untuk beberapa tahun ke depan.

#Stablecoins #Write2Earn #BIS

$USDC

USDC
USDC
1.00001
-0.00%