# Era Cook Berakhir: Dapatkah Pemimpin Baru John Ternus Memecahkan "Stalemate Bitcoin" Apple?
April 2026, Ledakan dari Apple: Tim Cook yang telah memimpin perusahaan selama 15 tahun akan resmi mengundurkan diri pada bulan September, dan John Ternus, jenderal rekayasa perangkat keras, akan mengambil alih. Di mata para penggemar cryptocurrency di seluruh dunia, ini bukan sekadar perubahan personel, melainkan pertanyaan yang sudah ada selama satu dekade: **Kapan sebenarnya Apple akan benar-benar merangkul Bitcoin?**
## Satu, Perang Dataran Taman: Kebijakan Kripto Apple dalam Beberapa Tahun Terakhir
Melihat kembali lima tahun terakhir, sikap Apple terhadap cryptocurrency selalu mempertahankan semacam 'pragmatisme dingin'.
*Aturan 30% (Pajak Apple): ** Titik konflik terbesar antara Apple dan komunitas cryptocurrency adalah kebijakan pembagian pendapatan App Store. Apple bersikeras bahwa pembelian dan perdagangan NFT harus dilakukan melalui sistem pembelian dalam aplikasi (In-App Purchase), dan mengambil komisi 30%. Ini secara langsung membatasi fungsi aplikasi seperti Coinbase dan MetaMask.
*Tidak menolak, juga tidak berjanji: ** Cook pernah menyebutkan pada tahun 2021 bahwa dia memiliki cryptocurrency, tetapi dia juga menekankan: 'Apple tidak memiliki rencana untuk memasukkan Bitcoin ke dalam neraca perusahaan.' Pemisahan antara dukungan pribadi dan kebijakan perusahaan mendefinisikan nada era Cook.
*Penguatan Infrastruktur: ** Meskipun kebijakan bersikap konservatif, secara teknis Apple telah 'menggali parit pertahanan'. Teknologi Secure Enclave (zona aman) iPhone telah ditingkatkan lebih lanjut di iOS 26, meskipun Apple tidak menganggapnya sebagai dompet perangkat keras, namun telah menjadi dasar keamanan yang paling diandalkan oleh aplikasi cryptocurrency pihak ketiga.
## Dua, Apple Pay: 'Super Entry' Cryptocurrency yang Tak Terlihat
Meskipun Apple secara resmi tidak pernah mengumumkan 'dukungan untuk pembayaran Bitcoin', data menunjukkan bahwa Apple Pay telah secara diam-diam menjadi saluran masuk cryptocurrency terbesar di dunia.
### 41% dari Pangsa Masuk
Menurut laporan statistik awal 2026, sekitar 41% pengguna yang baru pertama kali membeli koin melakukan pembelian aset cryptocurrency pertama mereka melalui Apple Pay. Ini berkat integrasi mendalam Apple Pay dengan MoonPay, Stripe, dan berbagai dompet terdesentralisasi.
### 'Menghilangkan Friksi' dalam Pembayaran
Kondisi saat ini adalah: Apple tidak menyentuh koin, tetapi mereka menyediakan saluran fiat yang paling mulus. Pengguna hanya perlu memindai dengan FaceID untuk mengubah dana dari rekening bank ke USDT atau BTC. Bagi Apple, ini adalah strategi cerdas 'risiko ke orang lain, lalu lintas untuk diri sendiri'—mereka tidak perlu menanggung risiko hukum dari volatilitas harga koin, tetapi bisa mendapatkan biaya dari setiap transaksi yang terikat dengan Apple Card.
## Tiga, Potensi Perkembangan di Masa Depan: 'Transformasi Pragmatisme yang Terpaksa'
Dengan John Ternus yang naik jabatan, apakah Apple akan memecahkan kebuntuan? Ini mungkin bukan karena kecintaannya pada Web3, tetapi karena persaingan pasar yang tak terhindarkan.
### 1. Tekanan dari X Money Elon Musk
X Money Musk pada tahun 2026 telah menjadi pesaing kuat di bidang pembayaran, menawarkan tingkat pengembalian tabungan hingga 6% dan mengintegrasikan transfer cryptocurrency tanpa hambatan. Jika Apple tidak ingin Apple Wallet hanya menjadi 'dompet kartu', Ternus pasti perlu mempertimbangkan untuk menyediakan lebih banyak fungsi keuangan asli dalam dompet, termasuk kepemilikan dan penukaran stablecoin.
### 2. Reformasi yang Didorong oleh Regulasi
UU Pasar Digital Uni Eropa (DMA) terus memberikan tekanan pada ekosistem tertutup Apple. Begitu dipaksa untuk membuka gerbang pembayaran pihak ketiga, 'tembok 30%' yang digunakan Apple untuk menghalangi transaksi cryptocurrency akan runtuh. Saat itu, alih-alih membiarkan lalu lintas mengalir ke pihak ketiga, Apple lebih mungkin untuk secara proaktif meluncurkan 'solusi cryptocurrency teratur' mereka sendiri.
### 3. Bentuk Ultimatum Dompet Perangkat Keras
Ternus sebagai CEO yang memiliki latar belakang perangkat keras, memiliki obsesif untuk keamanan iPhone. Di masa depan, kita mungkin akan melihat chip yang terintegrasi di iPhone resmi dibuka untuk pengembang terpercaya, menjadikan perangkat ini sebagai 'dompet dingin perangkat keras asli' yang akan mengubah cara miliaran pengguna di seluruh dunia mengelola aset mereka.
### Kesimpulan
Kepergian Cook menandai akhir dari era 'mempertahankan', sementara tantangan Ternus adalah bagaimana mempertahankan kekuasaan Apple di era keuangan baru yang terjalin antara AI dan Web3. **'Stalemate Bitcoin' mungkin tidak akan hilang dalam semalam, tetapi dengan pesaing yang semakin mendekat, batas antara Apple dan cryptocurrency pada akhirnya akan menjadi kabur di bawah panji 'pragmatisme'.**
Apple tidak pernah berambisi menjadi 'yang pertama', mereka hanya ingin menjadi 'yang terbaik'. Ketika pengalaman pengguna cryptocurrency (UX) mencapai standar yang ditetapkan Apple, saat itulah kebuntuan akan benar-benar terpecahkan.