Saya tidak pernah bisa memahami orang-orang yang tetap bertahan pada leverage tetap di pasar kontrak, baik itu 2x maupun 20x. Pada dasarnya, leverage hanyalah alat untuk memperbesar posisi; angka spesifiknya sendiri tidak memiliki makna khusus.
Dengan leverage 10x, cukup gunakan 10% modal untuk menghasilkan posisi 100%; dengan leverage 2x, gunakan 50% modal untuk mencapai posisi yang sama.
Dengan begitu, total posisi tetap terkunci di 100%, tetapi risiko stop-loss bisa dibuat tetap dan jelas. Banyak orang mengatakan “leverage rendah, posisi rendah, total risiko rendah, drawdown kecil, dan imbal hasil jangka panjang lebih baik” ada benarnya. Namun mereka mengabaikan satu risiko ekor panjang yang penting: pada pasar kripto yang volatilitasnya tinggi, posisi jangka panjang dengan leverage rendah pada akhirnya juga sangat besar kemungkinannya menjadi nol (312, 1011 adalah buktinya). Jika pada akhirnya selama masih ada exposure risiko, hasil akhirnya mungkin sama ujungnya, maka lebih baik buka leverage sedikit lebih besar agar margin yang dipakai lebih kecil, siklus operasinya lebih pendek, dan lakukan trading berjangka (swing).
Keuntungan yang didapat secara bertahap dipindahkan menjadi spot, sehingga terbentuk kombinasi: posisi besar dengan leverage 0 + posisi kecil dengan leverage tinggi.

Terakhir, satu perbedaan yang sering diabaikan:
Stop-loss 2% ≠ likuidasi (forced liquidation) 2%. Keduanya sama sekali bukan hal yang sama. Kalau kamu bahkan belum paham ini, wah... #BTC