Selama dua hari terakhir, Selat Hormuz berubah lebih cepat daripada membalik buku, sebenarnya ada apa sih?
Singkatnya, baik AS maupun Iran sedang memainkan drama "siapa yang mundur lebih dulu, dia yang kalah".
Iran berupaya meningkatkan harga minyak melalui aksi di selat, berharap AS memberikan sedikit kelonggaran dalam masalah nuklir dan sanksi. Di dalam Iran juga tidak ada kesepakatan, pihak keras ingin mengencangkan tinju untuk bernegosiasi. Di pihak AS, Trump jelas tidak terpengaruh, melainkan langsung mengancam dengan penahanan kapal.
Meskipun teriakan keras, kedua belah pihak tidak berniat untuk benar-benar berperang, semuanya demi memperkuat posisi di meja negosiasi.
Kesimpulan: Situasi telah memasuki fase "tarikan ekstrem", berita akan sangat fluktuatif. Pasar telah rebound ke posisi kunci, dan pergerakan bolak-balik ini paling mudah untuk disikat, jadi jaga baik-baik posisi kamu.