18 April 2026, juru bicara militer Iran mengumumkan bahwa karena AS “berulang kali melanggar janji”, Iran telah memulihkan kendali penuh atas Selat Hormuz. Jalur strategis ini kembali berada di bawah pengelolaan ketat angkatan bersenjata Iran.

Selat Hormuz adalah nadi energi global. Sekitar 25% minyak mentah yang diangkut melalui laut dunia melewati jalur ini. Peningkatan kendali Iran secara langsung memengaruhi pergerakan harga minyak internasional serta keamanan energi global. Pernyataan kali ini merupakan respons tegas Iran terhadap ketidakpercayaan pada pihak AS, sekaligus membuat konfrontasi AS-Iran kembali menjadi terbuka. Hal ini menambah ketidakpastian baru bagi situasi di Timur Tengah dan rantai pasok global.