Di Venezuela, penggunaan mata uang kripto adalah legal dan telah meningkat popularitasnya sebagai alternatif menghadapi hiperinflasi, pembatasan keuangan, dan sanksi internasional. Meskipun pemerintah telah mencoba mengatur sektor ini, pembatasan internet dan sanksi dari Amerika Serikat menciptakan lingkungan yang kompleks dan berisiko tinggi bagi para pengguna.
Situasi hukum dan regulasi

Kerangka hukum: Penggunaan mata uang kripto secara resmi diizinkan dan diatur melalui dekret pemerintah.

SUNACRIP lumpuh: Otoritas Nasional Superintendensi Kriptoaset (SUNACRIP), yang mengatur aktivitas tersebut, lumpuh setelah skandal korupsi pada 2023, sehingga menciptakan kekosongan regulasi dalam praktiknya. Pada 2024 diumumkan bahwa SUNACRIP akan direorganisasi.

Larangan penambangan: Pada 2024, pemerintah melarang penambangan mata uang kripto setelah penyelidikan korupsi yang berdampak pada SUNACRIP.

Pajak: Pada 2022 disahkan pajak sebesar 20% atas transaksi mata uang kripto.

El Petro: Kriptomata uang resmi, Petro, yang dibuat pemerintah pada 2018, kehilangan pengaruhnya dan dihentikan setelah skandal korupsi.

Ekosistem kripto di Venezuela

Adopsi karena kebutuhan: Warga Venezuela telah beralih ke mata uang kripto, terutama stablecoin yang terkait dengan dolar seperti USDT, untuk melindungi tabungan mereka dari pelemahan nilai bolívar. Pada 2024, adopsi mata uang kripto melonjak 110% di negara tersebut.

Pertukaran oleh pemerintah: Seiring dolar semakin langka, pemerintah mengizinkan penggunaan mata uang kripto yang ditautkan ke dolar di rumah-rumah penukaran untuk sektor swasta.

Pembayaran internasional: Mata uang kripto telah menjadi jendela untuk transfer internasional, membantu menghindari pembatasan perbankan.

Perdagangan dengan perantara: Karena sanksi AS, perusahaan minyak negara PDVSA telah mempercepat penggunaan kriptoaset, seperti USDT, dengan mewajibkan pembayaran melalui perantara untuk ekspor minyak.
#trading#cipto