Saat pasar lagi membosankan, justru saya jadi makin paham apa yang bisa dilakukan AI

Kebetulan akhir-akhir ini kondisi pasar benar-benar membosankan, jadi malah membuat saya menghabiskan waktu untuk AI.

Dalam periode ini, yang paling sering saya utak-atik adalah OpenClaw, Codex, Hermes, dan Claude Code.

Tren lobster belakangan agak mereda, dan harga Mac mini juga sedikit turun. Menurut saya, ini justru kabar baik. Buat banyak orang, jangan buru-buru mengejar perangkat dulu—pikirkan dulu AI itu sebenarnya dipakai untuk apa.

Belakangan ini saya terutama memakai AI untuk 4 hal.

1. Trading dan eksperimen

Awalnya saya coba berbagai skill trading: OKX, Binance, GMGN, dan juga Polymarket.

Polymarket kalau saya jalankan sendiri hampir tidak menghasilkan uang; kemungkinan besar strategi saya yang masih bermasalah. Lalu saya coba skill dompet milik OKX untuk otomatis beli-jual meme, dan memang pernah menangkap koin yang bisa puluhan kali lipat. Tapi ukuran posisinya terlalu kecil, jadi kurang berarti. Setelah itu pada dasarnya cuma untung sedikit-rugi sedikit, dan saya tidak terlalu merasakan apa-apa.

Robot Pro dari Binance juga saya langgan satu bulan untuk diuji dengan modal kecil terus. Cara kerjanya bagaimana ya—overall pengalaman biasa saja, responnya agak lambat, ada yang untung ada yang rugi, tapi sementara ini saya masih merasa kurang cocok. Bisa jadi juga karena saya belum benar-benar paham cara memakainya.

2. Animasi AI dan menulis novel

Belakangan, animasi AI lagi viral, jadi saya ikut coba.

Saya sempat tes Seedance 2.0 versi gratis selama beberapa hari, tapi pada dasarnya tidak banyak yang bisa dihasilkan; beli versi premium juga pakai sistem poin, selain itu harus antre, jadi menurut saya jalur ini dalam jangka pendek belum terlalu mudah.

Akhirnya saya coba menulis novel. Ini justru yang paling gampang untuk mulai: cari sebuah novel skill, berikan arah besarnya, buat outline dulu, lalu minta AI menulis terus sampai ke bawah, kemudian unggah ke Tomat Novel.

Sekarang saya sedang menulis dua novel, dan keduanya baru mulai. Salah satunya sudah masuk kontrak. Saya tidak terlalu berharap bisa menghasilkan uang; lebih ke mewujudkan mimpi saya yang sudah lama ingin menulis novel.

3. Akun komunitas/WeChat dan X

Sebelumnya saya lihat ada berita: sepasang suami-istri menghasilkan 10 juta yuan dengan menulis artikel/akun komunitas pakai AI. Kedengarannya agak tidak masuk akal. Tapi karena saya sendiri sebelumnya memang menulis akun komunitas, dan saya juga punya akun lama dengan beberapa ribu pengikut, jadi saya merasa tertantang.

Belakangan saya mengangkat lagi akun komunitas saya, dan sambil itu juga melakukan sinkronisasi konten ke X.

Perasaan saya sekarang adalah: dalam urusan konten, nilai paling besar AI bukan “menulis untukmu”, melainkan membantu kamu menghasilkan konten dengan lebih stabil, mengedit naskah, menyusun format/tata letak, menyiapkan gambar, dan melakukan distribusi.

Untuk akun komunitas, karena saya sudah punya fondasi, jadi masih lumayan terasa. Untuk X, kalau benar-benar punya kemampuan dan output yang konsisten, plafonnya sebenarnya tinggi sekali, tapi ambangnya juga tidak rendah—terutama akun itu sendiri, karena sangat berpengaruh.

4. Menulis skrip dan membuat otomasi

Biasanya saya juga memakai AI untuk menulis skrip kecil-kecil. Akhir-akhir ini industri airdrop terasa seperti mati suri, jadi saya sudah tidak banyak punya minat untuk melakukan interaksi lagi.

Tapi kalau untuk membuat skrip massal, proses yang berulang, atau penanganan semi-otomatis, jenis hal seperti ini sekarang memakai AI memang sudah sangat pas.

Kesimpulan akhirnya

Kalau sekarang saya harus merangkum satu kalimat:

Saya memakai AI bukan untuk mencari jalan pintas kaya dalam semalam, melainkan untuk mencoba trading, membuat konten, menulis novel, dan menulis skrip—untuk melihat hal mana yang layak dikerjakan dalam jangka panjang.

Itulah hal-hal yang sedang saya lakukan dengan AI belakangan ini.

Kalian biasanya pakai AI untuk apa?

Dan juga, silakan berbagi pengalaman jatuh ke lubang yang kalian temui.