Operasi si Kuning ini bener-bener sebuah pertunjukan kekuasaan Amerika yang sangat kentara: menggunakan "perdamaian" sebagai kedok, "navigasi" sebagai alat tawar, dan "kepentingan" sebagai umpan, sambil mengumpulkan reputasi politik, memeras keuntungan global, dan menguatkan dominasi Amerika. Yang dia sebut sebagai "era keemasan Timur Tengah" ini hanyalah kelanjutan dari kebrutalan Amerika, dan Timur Tengah terus dipegang kendali oleh Amerika di "masa gelap". Aksi politik yang munafik dan serakah ini hanya akan membuat situasi di Selat Hormuz semakin tidak stabil, dan meningkatkan risiko pelayaran global, selain memberi si Kuning sedikit penghargaan, tidak ada makna praktisnya.
