Produksi #minyak akan meningkat pada bulan Mei, menurut hasil pertemuan OPEC+
Di tengah krisis energi terdalam sejak awal abad ke-21, yang disebabkan oleh konflik yang meluas di Timur Tengah, negara-negara OPEC+ memutuskan untuk mencapai kesepakatan prinsip untuk meningkatkan batas produksi minyak sebanyak 206.000 barel per hari pada bulan Mei.
Rencana ini diumumkan oleh para delegasi dan dibagikan dengan Bloomberg. Sumber dari Reuters dan publikasi lain di sektor juga melaporkan mengenai kemajuan kesepakatan tersebut.
Delapan negara, termasuk Rusia, Kazakhstan dan Arab Saudi, sebelumnya telah berkomitmen untuk melakukan pemotongan sukarela produksi dalam kerangka kesepakatan OPEC+. Namun, kelompok sekarang bersedia untuk secara simbolis meningkatkan kuota mengingat kondisi pasar global yang berubah.
Pengamat menyoroti bahwa keputusan ini akan dibahas dalam pertemuan komite pemantauan aliansi dan akan disetujui secara resmi melalui konferensi video.
Laporan dan analisis yang dipublikasikan menunjukkan bahwa potensi untuk meningkatkan produksi tetap sangat terbatas dalam praktiknya. Sebagian besar potensi produsen saat ini terhalang oleh peristiwa geopolitik.
Negara-negara dengan potensi untuk meningkatkan produksi saat ini tidak dapat dengan cepat membawa volume tambahan ke pasar. Misalnya, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait menghadapi pembatasan ekspor. Rusia, meskipun termasuk dalam kesepakatan, berada di bawah tekanan sanksi dan pembatasan yang menghambat ekspansi cepat produksi.
Di tengah gejolak ini, harga global komoditas juga mengalami fluktuasi rekor. Brent dan WTI telah melampaui 110-120 dolar per barel. Ini mencerminkan bukan hanya pengurangan fisik pasokan, tetapi juga tekanan psikologis pada pasar.$BTC
Di tengah krisis energi terdalam sejak awal abad ke-21, yang disebabkan oleh konflik yang meluas di Timur Tengah, negara-negara OPEC+ memutuskan untuk mencapai kesepakatan prinsip untuk meningkatkan batas produksi minyak sebanyak 206.000 barel per hari pada bulan Mei.
Rencana ini diumumkan oleh para delegasi dan dibagikan dengan Bloomberg. Sumber dari Reuters dan publikasi lain di sektor juga melaporkan mengenai kemajuan kesepakatan tersebut.
Delapan negara, termasuk Rusia, Kazakhstan dan Arab Saudi, sebelumnya telah berkomitmen untuk melakukan pemotongan sukarela produksi dalam kerangka kesepakatan OPEC+. Namun, kelompok sekarang bersedia untuk secara simbolis meningkatkan kuota mengingat kondisi pasar global yang berubah.
Pengamat menyoroti bahwa keputusan ini akan dibahas dalam pertemuan komite pemantauan aliansi dan akan disetujui secara resmi melalui konferensi video.
Laporan dan analisis yang dipublikasikan menunjukkan bahwa potensi untuk meningkatkan produksi tetap sangat terbatas dalam praktiknya. Sebagian besar potensi produsen saat ini terhalang oleh peristiwa geopolitik.
Negara-negara dengan potensi untuk meningkatkan produksi saat ini tidak dapat dengan cepat membawa volume tambahan ke pasar. Misalnya, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Kuwait menghadapi pembatasan ekspor. Rusia, meskipun termasuk dalam kesepakatan, berada di bawah tekanan sanksi dan pembatasan yang menghambat ekspansi cepat produksi.
Di tengah gejolak ini, harga global komoditas juga mengalami fluktuasi rekor. Brent dan WTI telah melampaui 110-120 dolar per barel. Ini mencerminkan bukan hanya pengurangan fisik pasokan, tetapi juga tekanan psikologis pada pasar.$BTC