Indeks PMI gabungan dan PMI jasa Jepang pada bulan Maret mencatatkan peningkatan kecil, mencerminkan aktivitas ekonomi yang terus berkembang.

Indeks PMI gabungan (termasuk produksi dan jasa) mencapai angka akhir 53, meningkat dibandingkan nilai sebelumnya yaitu 52.5. Angka ini melampaui ambang 50, menunjukkan bahwa sektor swasta dari ekonomi terbesar ketiga di dunia sedang dalam fase pertumbuhan.

Indeks PMI jasa terpisah juga meningkat menjadi 53.4, dibandingkan dengan 52.8 sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa sektor jasa, yang menyumbang proporsi besar dalam PDB Jepang, terus mengalami pemulihan yang kuat, mungkin berkat pelonggaran langkah-langkah pembatasan terkait pandemi dan peningkatan pengeluaran konsumen.

Data PMI ini adalah indikator penting tentang kesehatan ekonomi makro, yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter Bank Jepang (BoJ) dan sentimen pasar finansial global, termasuk saham, obligasi, dan Yen Jepang (JPY).