Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama telah mengeluarkan serangkaian pernyataan penting, mencerminkan kekhawatiran mendalam tentang kondisi pasar keuangan saat ini. Ia menekankan bahwa pidato terbaru mantan Presiden AS Donald Trump telah memberikan dampak signifikan pada pasar keuangan global, memicu volatilitas.

Dalam konteks ini, Ibu Katayama menyatakan bahwa pemerintah Jepang siap bertindak secara tegas untuk merespons fluktuasi di pasar valuta asing, khususnya nilai tukar yen. Ia juga menunjukkan bahwa aktivitas spekulasi sedang berlangsung dengan kuat di pasar minyak dan valuta asing, berkontribusi pada ketidakstabilan.

Sejalan dengan pernyataan ini, pasar obligasi Jepang mencatat imbal hasil obligasi pemerintah dengan tenor 10 tahun meningkat menjadi 2,395%, mencapai level tertinggi sejak bulan Februari 1999. Hal ini mencerminkan tekanan inflasi dan harapan akan kebijakan moneter yang lebih ketat, yang dapat mempengaruhi aset-aset seperti saham, obligasi global, dan yen.